WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Operasi gigi bungsu diperlukan pada kondisi tertentu
Odontektomi adalah prosedur bedah untuk menangani gigi bungsu impaksi

 

Mendengar kata operasi gigi bungsu mungkin membuat kamu merasa cemas. Kekhawatiran tentang rasa sakit, proses pembedahan, hingga masa pemulihan memang wajar, terutama jika ini adalah pengalaman pertamamu.

Salah satu tindakan yang dapat direkomendasikan dokter untuk menangani gigi bungsu impaksi adalah odontektomi. Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat gigi yang sulit dikeluarkan melalui pencabutan biasa.

Namun, tidak semua gigi bungsu yang tumbuh miring atau terpendam otomatis harus dioperasi. Dokter perlu melihat kondisi gigi, jaringan di sekitarnya, hasil pemeriksaan, serta risiko jika gigi dibiarkan.

Yuk, kenali lebih lanjut apa itu odontektomi, kapan diperlukan, bagaimana prosedurnya, hingga cara merawat area bekas operasi.

Odontektomi Adalah Prosedur untuk Mengangkat Gigi Impaksi

Odontektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat gigi yang mengalami impaksi, terutama gigi geraham ketiga atau gigi bungsu.

Impaksi terjadi ketika gigi tidak dapat tumbuh atau erupsi secara sempurna karena terhalang oleh gigi lain, tulang rahang, atau jaringan gusi. Gigi bungsu umumnya mulai tumbuh pada usia 17–25 tahun, ketika ruang pada rahang sering kali sudah terbatas.

Akibatnya, gigi bungsu dapat:

Kondisi tersebut dikenal sebagai gigi bungsu impaksi.

Odontektomi dapat dipertimbangkan jika gigi impaksi menimbulkan masalah atau hasil pemeriksaan menunjukkan adanya risiko tertentu. Sebaliknya, gigi bungsu yang tidak menimbulkan keluhan belum tentu membutuhkan operasi. Dokter dapat merekomendasikan pemantauan berkala apabila tindakan belum diperlukan.

Perbedaan Odontektomi dan Pencabutan Gigi Biasa

Odontektomi dan pencabutan gigi biasa sama-sama bertujuan mengangkat gigi, tetapi tekniknya berbeda.

KriteriaPencabutan Gigi BiasaOdontektomi
IndikasiUmumnya untuk gigi yang sudah erupsi dan mudah dijangkauUntuk gigi impaksi, terpendam, tumbuh miring, atau sulit dijangkau
TeknikGigi dikeluarkan menggunakan instrumen pencabutanDapat melibatkan sayatan gusi, pengurangan tulang, atau pemotongan gigi
AksesUmumnya tidak membutuhkan pembukaan jaringan gusiDapat membutuhkan pembukaan flap gusi untuk mengakses gigi
JahitanBiasanya tidak diperlukanDapat diperlukan untuk menutup area tindakan
KompleksitasRelatif lebih sederhanaBergantung pada posisi, kedalaman, dan bentuk gigi

Odontektomi tidak selalu berarti operasi besar atau harus dilakukan dengan bius total. Banyak kasus dapat dilakukan menggunakan anestesi lokal sehingga pasien tetap sadar selama prosedur, tetapi area tindakan dibuat mati rasa.

Kapan Gigi Bungsu Impaksi Perlu Dioperasi?

Dokter dapat mempertimbangkan operasi gigi bungsu apabila gigi impaksi menyebabkan atau berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti:

  1. Nyeri atau peradangan pada gusi yang berulang.
  2. Infeksi di sekitar gigi, termasuk perikoronitis.
  3. Karies pada gigi bungsu atau gigi geraham di sebelahnya.
  4. Kerusakan pada jaringan atau gigi di sekitarnya.
  5. Kista atau kelainan lain yang berhubungan dengan gigi impaksi.
  6. Posisi gigi yang berpotensi menimbulkan masalah pada jaringan di sekitarnya.

Keputusan untuk melakukan odontektomi tidak hanya berdasarkan ada atau tidaknya rasa sakit. Dokter akan mempertimbangkan pemeriksaan klinis, hasil radiografi, manfaat tindakan, serta kemungkinan risikonya.

Persiapan Sebelum Odontektomi

Sebelum menjalani odontektomi, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi gigi dan menentukan rencana tindakan yang sesuai.

1. Pemeriksaan Gigi dan Foto Rontgen

Dokter akan memeriksa gigi serta jaringan di sekitarnya. Foto rontgen, seperti rontgen panoramik, dapat membantu melihat:

Pada kasus tertentu, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan pencitraan tambahan jika informasi dari pemeriksaan awal belum cukup.

Setelah pemeriksaan, dokter akan menjelaskan apakah odontektomi diperlukan, bagaimana prosedurnya, jenis anestesi yang digunakan, serta instruksi sebelum dan sesudah tindakan.

2. Informasikan Kondisi Kesehatan kepada Dokter

Sampaikan kepada dokter jika kamu:

Jangan menghentikan obat rutin tanpa arahan dokter. Jika tindakan melibatkan sedasi atau anestesi umum, ikuti instruksi khusus mengenai makan, minum, dan persiapan lainnya.

Bagaimana Prosedur Odontektomi Dilakukan?

Tahapan odontektomi dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung posisi gigi, tingkat impaksi, dan kondisi jaringan di sekitarnya.

1. Anestesi dan Pembukaan Gusi

Dokter akan memberikan anestesi untuk membuat area tindakan mati rasa. Pada banyak kasus, anestesi lokal sudah cukup sehingga pasien tetap sadar selama prosedur tanpa merasakan nyeri tajam pada area yang ditangani.

Setelah anestesi bekerja, dokter dapat membuat sayatan pada gusi untuk mengakses gigi. Jika gigi tertutup tulang, sebagian tulang dapat diangkat secara terkontrol.

2. Pengangkatan Gigi dan Penjahitan

Jika posisi gigi menyulitkan proses pengangkatan secara utuh, dokter dapat memotong gigi menjadi beberapa bagian terlebih dahulu. Teknik ini membantu mengeluarkan gigi dengan lebih terkontrol dan mengurangi tekanan pada jaringan di sekitarnya.

Setelah gigi diangkat, area tindakan akan dibersihkan dan diperiksa. Gusi kemudian dikembalikan ke posisinya dan dijahit apabila diperlukan. Dokter juga dapat memberikan kasa untuk membantu mengendalikan perdarahan.

Berapa Lama Operasi Gigi Bungsu Berlangsung?

Durasi operasi gigi bungsu berbeda pada setiap pasien. Kasus yang lebih sederhana dapat selesai lebih cepat, sedangkan gigi yang terpendam dalam atau memiliki bentuk akar yang kompleks dapat membutuhkan waktu lebih lama.

Beberapa faktor yang memengaruhi durasi antara lain:

  1. Posisi dan kedalaman gigi impaksi.
  2. Bentuk serta jumlah akar.
  3. Kedekatan gigi dengan saraf atau struktur anatomi lainnya.
  4. Jumlah gigi yang ditangani.
  5. Teknik dan jenis anestesi yang digunakan.

Dokter dapat memberikan perkiraan waktu setelah melakukan pemeriksaan dan menentukan rencana tindakan.

Perawatan Setelah Odontektomi

Setelah odontektomi, tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan jaringan. Nyeri, pembengkakan, dan keterbatasan membuka mulut dapat terjadi pada beberapa hari pertama. Keluhan tersebut umumnya perlu dipantau dan diharapkan berangsur membaik.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan setelah odontektomi:

1. Gigit Kasa Sesuai Instruksi

Gunakan kasa yang diberikan dokter untuk membantu mengendalikan perdarahan. Jangan mengorek area luka atau mengganggu bekuan darah yang terbentuk.

2. Konsumsi Makanan Lunak

Pilih makanan lunak dan tidak terlalu panas pada masa awal pemulihan. Hindari makanan keras, renyah, atau mudah terselip di area operasi.

3. Gunakan Kompres Sesuai Anjuran

Kompres dingin pada bagian luar pipi dapat membantu mengurangi pembengkakan pada awal pemulihan. Ikuti durasi dan instruksi yang diberikan dokter.

4. Jaga Kebersihan Mulut dengan Lembut

Hindari berkumur atau meludah terlalu kuat pada 24 jam pertama, kecuali dokter memberikan instruksi berbeda. Setelahnya, bersihkan mulut dengan hati-hati sesuai arahan dokter.

5. Istirahat dan Batasi Aktivitas Berat

Berikan waktu bagi tubuh untuk pulih. Hindari aktivitas fisik berat sesuai anjuran dokter dan kembali beraktivitas secara bertahap.

Hindari pula merokok, vaping, dan menggunakan sedotan pada masa awal pemulihan karena dapat mengganggu proses penyembuhan luka.

Minum obat sesuai resep dan jangan mengubah atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Pastikan kamu juga datang untuk kontrol sesuai jadwal.

Kapan Harus Kembali ke Dokter?

Segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan jika mengalami:

Kesulitan bernapas atau pembengkakan yang cepat meluas ke leher merupakan kondisi darurat dan membutuhkan pertolongan medis segera.

Apa Saja yang Memengaruhi Biaya Odontektomi?

Biaya odontektomi dapat berbeda pada setiap pasien karena dipengaruhi oleh kondisi gigi dan rencana perawatan.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi biaya antara lain:

1. Tingkat Kompleksitas Gigi Impaksi

Gigi yang mudah dijangkau dapat membutuhkan teknik yang berbeda dari gigi yang terpendam dalam tulang, tumbuh dengan kemiringan tertentu, atau memiliki bentuk akar yang kompleks.

Kedekatan gigi dengan saraf atau struktur anatomi lainnya juga dapat memengaruhi kebutuhan pemeriksaan dan perencanaan tindakan.

2. Jumlah Gigi yang Ditangani

Semakin banyak gigi yang ditangani dalam satu rangkaian tindakan, kebutuhan waktu dan prosedurnya dapat berbeda.

3. Pemeriksaan dan Tindakan Pendukung

Biaya juga dapat mencakup pemeriksaan radiografi, anestesi, obat-obatan, serta fasilitas atau tindakan tambahan sesuai kebutuhan pasien.

Karena itu, estimasi biaya odontektomi sebaiknya ditanyakan setelah dokter melakukan pemeriksaan dan menentukan rencana perawatan.

Kesimpulan

Odontektomi merupakan prosedur bedah untuk mengangkat gigi impaksi, terutama gigi bungsu yang sulit dikeluarkan melalui pencabutan biasa. Tindakan ini dapat direkomendasikan ketika gigi menyebabkan masalah atau terdapat risiko tertentu berdasarkan hasil pemeriksaan.

Tidak semua gigi bungsu impaksi harus langsung dioperasi. Pemeriksaan klinis dan foto rontgen membantu dokter menilai posisi gigi dan menentukan apakah odontektomi diperlukan atau pemantauan masih dapat dilakukan.

Jika kamu mengalami keluhan pada gigi bungsu atau ingin mengetahui apakah kondisi gigimu membutuhkan operasi gigi bungsu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gigi.

Di ConfiDental, layanan odontektomi tersedia di semua cabang. Kamu dapat menghubungi cabang terdekat untuk menanyakan jadwal konsultasi dan pemeriksaan rontgen panoramik. Dokter akan membantu mengevaluasi kondisi gigi bungsu dan menjelaskan pilihan perawatan yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Referensi

  1. Choi, J. F., Park, D. Y., & Scruggs Williams, S. L. (2025). Oral Surgery, Extraction of Unerupted Teeth. StatPearls Publishing.
  2. Di Spirito, F., et al. (2025). Impacted mandibular third molar: Approaches and current perspectives in surgical therapy. Medicina, 61(9), 1683.
  3. Rizqiawan, A., et al. (2022). Postoperative Complications of Impacted Mandibular Third Molar Extraction Related to Patient’s Age and Surgical Difficulty Level: A Cross-Sectional Retrospective Study. International Journal of Dentistry, 2022, 7239339.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *