WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Sariawan adalah kondisi umum yang biasanya ringan, tetapi bisa menjadi tanda masalah kesehatan jika tidak kunjung sembuh
Sariawan tidak kunjung sembuh? Kenali penyebab sariawan

 

Apa Itu Sariawan dan Mengapa Bisa Terjadi?

Sariawan adalah luka kecil pada jaringan lunak di dalam mulut, seperti di lidah, bibir, pipi bagian dalam, atau gusi. Dalam istilah medis, kondisi ini sering disebut Stomatitis aftosa rekuren (Recurrent Aphthous Stomatitis / RAS).

Ciri khas sariawan:

  1. Luka berbentuk bulat atau oval
  2. Bagian tengah putih kekuningan
  3. Dikelilingi area kemerahan
  4. Terasa nyeri, terutama saat makan atau berbicara

Sebagian besar sariawan bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri dalam 7-14 hari. Namun, jika sariawan tidak kunjung sembuh, perlu diperiksa lebih lanjut penyebab yang mendasarinya.

 

Penyebab Sariawan yang Sering Tidak Disadari

Banyak orang mengira sariawan terjadi karena “panas dalam”. Padahal, secara medis kondisi seperti Stomatitis aftosa rekuren tidak memiliki satu penyebab pasti. Yang lebih tepat, sariawan dipengaruhi oleh berbagai faktor pemicu (predisposisi) yang bisa berbeda pada setiap orang.

Berikut beberapa faktor yang sering tidak disadari:

Hal sederhana seperti:

Tubuh yang kekurangan nutrisi tertentu lebih rentan mengalami sariawan, terutama:

Nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan jaringan mulut dan proses penyembuhan luka.

Saat tubuh lelah atau stres:

Kondisi ini dapat memicu munculnya sariawan, terutama yang sering kambuh.

Pada sebagian orang, terutama wanita, sariawan bisa lebih sering muncul saat:

Ini menunjukkan adanya pengaruh hormon terhadap kondisi jaringan mulut.

Beberapa jenis makanan dapat memicu iritasi pada mulut, seperti:

Pada orang tertentu, ini bisa memicu atau memperparah sariawan.

Dalam beberapa kasus, sariawan bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan lain, seperti:

Jika sariawan sering muncul, tidak sembuh lama, atau sangat nyeri, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter gigi.

 

Jenis-jenis Sariawan yang Perlu Diketahui

Tidak semua sariawan sama. Secara klinis, ada beberapa tipe:

 

Cara Mengobati Sariawan di Rumah dengan Aman

Jika masih ringan, Confi People bisa mencoba beberapa cara berikut:

  1. Kumur air garam hangat (anti inflamasi alami)
  2. Hindari makanan pedas, asam, dan keras
  3. Perbanyak minum air
  4. Gunakan sikat gigi berbulu lembut
  5. Rutin menjaga kebersihan mulut

Ini termasuk cara menyembuhkan sariawan yang aman tanpa memperparah luka. Apabila Confi People ingin mempercepat penyembuhan, segera periksa ke dokter gigi untuk mendapatkan obat sariawan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan.

 

Tanda Sariawan Berbahaya yang Harus Segera ke Dokter Gigi

Tidak semua sariawan bisa ditangani sendiri di rumah. Segera periksa ke dokter gigi jika:

  1. Sariawan tidak sembuh > 2 minggu
  2. Ukuran luka semakin besar
  3. Nyeri sangat hebat
  4. Sering kambuh dalam waktu singkat
  5. Disertai demam atau lemas

Memahami keluhan di atas dan segera ke dokter gigi sangat penting untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi lain yang lebih serius.

 

Tips Mencegah Sariawan Berulang

Agar sariawan tidak sering muncul, Confi People dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Sikat gigi secara lembut dan teratur
  2. Gunakan pasta gigi non-iritatif (tanpa SLS jika sensitif)
  3. Konsumsi makanan bergizi seimbang
  4. Kelola stres dengan baik
  5. Rutin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali

 

Kesimpulan

Sariawan adalah kondisi umum yang biasanya ringan, tetapi bisa menjadi tanda masalah kesehatan jika tidak kunjung sembuh. Penyebabnya beragam, mulai dari trauma ringan hingga gangguan sistemik. Penanganan yang tepat, baik dengan perawatan mandiri maupun obat medis, dapat mempercepat penyembuhan. Namun, jika sariawan berlangsung lebih dari dua minggu atau menunjukkan gejala tidak biasa, pemeriksaan ke dokter gigi sangat disarankan untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Referensi:

  1. Minhas, S., Sajjad, A., Kashif, M., Taj, F., Waddani, H. A., & Khurshid, Z. (2019). Oral Ulcers Presentation in Systemic Diseases: An Update. Open access Macedonian journal of medical sciences, 7(19), 3341–3347. https://doi.org/10.3889/oamjms.2019.689 
  2. Plewa, M. C., & Chatterjee, K. (2023, November 13). Recurrent aphthous stomatitis. Dalam StatPearls Publishing. StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431059/
  3. Rawlings, N., & Willis, A. (2023). Oral ulceration – Clinical feature. Journal of the Irish Dental Association. https://doi.org/10.58541/001c.74191

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *