
Pernah menemukan sariawan yang tidak kunjung sembuh, bercak putih di lidah, atau benjolan di dalam mulut? Sebagian besar keluhan tersebut memang bukan kanker. Namun, perubahan pada mulut yang menetap sebaiknya tidak diabaikan.
Kanker mulut adalah kanker yang berkembang pada jaringan rongga mulut, termasuk bibir bagian dalam, lidah, gusi, dasar mulut, bagian dalam pipi, dan langit-langit. Karena beberapa perubahannya dapat terlihat sejak awal, mengenali gejala awal kanker mulut dapat membantu seseorang mendapatkan pemeriksaan lebih cepat.
Lalu, apa saja ciri ciri kanker mulut, apa penyebab dan faktor risikonya, serta kapan sariawan atau perubahan di mulut perlu diperiksa?
Apa Itu Kanker Mulut?
Kanker mulut atau kanker rongga mulut terjadi ketika sel-sel abnormal pada jaringan mulut tumbuh dan berkembang secara tidak terkendali.
Kanker rongga mulut termasuk dalam kelompok kanker kepala dan leher. Kondisi ini berbeda dengan kanker orofaring, yang berkembang di bagian tenggorokan di belakang rongga mulut, seperti amandel dan pangkal lidah. Meski memiliki beberapa faktor risiko yang sama, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.
Menurut data Global Cancer Observatory, diperkirakan terdapat sekitar 4.700 kasus baru kanker bibir dan rongga mulut di Indonesia setiap tahunnya. Angka tersebut mencakup kanker bibir dan rongga mulut secara keseluruhan, sehingga tidak dapat digunakan untuk menggambarkan angka kanker mulut saja.
Penelitian Rahadiani dkk. (2023) juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus karsinoma sel skuamosa rongga mulut yang tercatat di Indonesia. Penelitian tersebut menemukan bahwa sebagian pasien berada pada kelompok usia yang relatif muda.
Meski begitu, memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kanker mulut. Yang terpenting adalah mengenali perubahan pada mulut dan memeriksakannya jika menetap.
Area yang Dapat Terkena Kanker Mulut
Kanker mulut dapat berkembang pada berbagai bagian rongga mulut, antara lain:
- Bibir
- Lidah
- Gusi
- Dasar mulut
- Bagian dalam pipi
- Langit-langit mulut
- Area lain pada rongga mulut
Karena sebagian besar area tersebut dapat dilihat secara langsung, perubahan seperti luka, bercak, benjolan, atau penebalan jaringan dapat diperhatikan sejak dini.
Gejala Awal Kanker Mulut yang Perlu Diperhatikan
Tidak ada satu gejala yang dapat memastikan seseorang mengalami kanker mulut. Namun, beberapa tanda tanda kanker mulut yang perlu diperhatikan meliputi:
- Luka atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.
- Bercak putih atau merah pada jaringan mulut.
- Benjolan atau penebalan pada bibir, gusi, pipi, atau bagian mulut lainnya.
- Nyeri pada mulut yang menetap.
- Perdarahan tanpa penyebab yang jelas.
- Mati rasa pada lidah, bibir, atau bagian mulut tertentu.
- Gigi goyang tanpa penyebab yang jelas.
- Nyeri atau pembengkakan pada rahang.
- Kesulitan mengunyah atau menelan.
- Kesulitan menggerakkan lidah atau rahang.
- Perubahan suara.
- Benjolan pada leher.
Daftar tersebut merupakan ciri ciri kanker mulut yang perlu diperhatikan, tetapi bukan berarti setiap orang dengan salah satu gejala tersebut mengalami kanker. Infeksi, trauma, sariawan, atau kondisi lain juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Hal yang lebih penting adalah memperhatikan perubahan yang menetap selama beberapa minggu, semakin besar, sering kambuh, atau tidak menunjukkan perbaikan.
Sariawan Biasa atau Tanda Kanker Mulut?
Sariawan merupakan keluhan yang umum dan pada banyak kasus dapat sembuh dengan sendirinya. Jadi, mengalami satu kali sariawan bukan berarti seseorang mengalami kanker mulut.
Namun, luka di mulut perlu diperiksakan jika:
- Tidak kunjung sembuh selama beberapa minggu.
- Terus membesar.
- Mudah atau berulang kali berdarah.
- Terasa keras atau terdapat penebalan di sekitarnya.
- Sering muncul kembali di area yang sama.
- Disertai benjolan atau perubahan warna jaringan.
Daripada mencoba menebak penyebabnya sendiri, pemeriksaan dapat membantu menentukan apakah luka tersebut berkaitan dengan sariawan, trauma, infeksi, kelainan jaringan, atau kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Bercak Putih, Bercak Merah, dan Benjolan di Mulut
Selain luka yang tidak sembuh, perubahan warna atau bentuk jaringan mulut juga perlu diperhatikan.
Bercak putih pada jaringan mulut dapat disebut leukoplakia, sedangkan bercak merah dapat disebut eritroplakia. Sebagian lesi tersebut dapat berkaitan dengan perubahan prakanker sehingga perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan.
Namun, bercak putih atau merah tidak otomatis berarti kanker. Perubahan pada jaringan mulut dapat memiliki berbagai penyebab sehingga pemeriksaan klinis diperlukan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Hal yang sama berlaku untuk benjolan atau penebalan jaringan. Tidak semua benjolan merupakan kanker, tetapi perubahan yang menetap sebaiknya tidak diabaikan.
Penyebab Kanker Mulut dan Faktor Risikonya
Penyebab kanker mulut tidak selalu dapat ditentukan dari satu faktor pada setiap pasien. Namun, beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker rongga mulut.
1. Merokok dan Konsumsi Alkohol
Penggunaan tembakau merupakan salah satu faktor risiko penting untuk kanker rongga mulut. Risikonya berkaitan dengan berbagai bentuk penggunaan tembakau, termasuk rokok dan produk tembakau tanpa asap.
Konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko kanker rongga mulut. Risiko dapat menjadi lebih tinggi ketika penggunaan tembakau dan konsumsi alkohol terjadi secara bersamaan.
Karena itu, berhenti menggunakan tembakau dan menghindari konsumsi alkohol dapat membantu menurunkan risiko.
2. Infeksi HPV
Human papillomavirus atau HPV, terutama HPV tipe 16, memiliki hubungan yang kuat dengan kanker orofaring, khususnya kanker pada area amandel dan pangkal lidah.
HPV juga dapat ditemukan pada sebagian kanker rongga mulut, tetapi hubungannya tidak sekuat pada kanker orofaring. Karena itu, HPV perlu dibedakan sebagai faktor risiko kanker orofaring dan kanker rongga mulut.
3. Paparan Sinar Matahari
Paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang merupakan faktor risiko terutama untuk kanker pada bibir.
Orang yang sering bekerja atau beraktivitas di luar ruangan sebaiknya memperhatikan perlindungan terhadap paparan sinar matahari, termasuk pada area bibir.
4. Riwayat Penyakit dan Faktor Lain
Riwayat kanker kepala dan leher sebelumnya dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker baru di area tersebut.
Selain itu, pola makan yang kurang sehat dan beberapa kondisi lain dapat berhubungan dengan peningkatan risiko. Namun, kanker tidak dapat disederhanakan sebagai akibat dari satu jenis makanan atau satu faktor saja.
Memiliki satu atau beberapa faktor risiko juga tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker mulut.
Cara Mencegah Kanker Mulut
Tidak semua kasus kanker mulut dapat dicegah. Namun, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko dan mendukung deteksi dini kanker mulut.
1. Hindari Rokok dan Produk Tembakau
Menghentikan penggunaan produk tembakau merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kanker rongga mulut.
Berhenti merokok tetap memberikan manfaat bagi kesehatan meskipun seseorang telah merokok selama bertahun-tahun.
Selain tembakau, kebiasaan mengunyah produk yang mengandung pinang (areca nut) juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker rongga mulut.
2. Batasi atau Hindari Alkohol
Konsumsi alkohol berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker rongga mulut. Menghindari atau membatasi konsumsi alkohol dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko.
3. Lindungi Bibir dari Paparan Matahari
Jika sering beraktivitas di luar ruangan, gunakan perlindungan yang sesuai untuk mengurangi paparan sinar ultraviolet pada bibir.
4. Lakukan Pemeriksaan Gigi Secara Berkala
Pemeriksaan gigi tidak hanya bertujuan untuk menemukan gigi berlubang atau karang gigi. Dokter gigi juga dapat memeriksa kondisi jaringan lunak di dalam mulut.
Saat pemeriksaan, perubahan seperti luka, bercak, benjolan, atau kelainan jaringan lain dapat ditemukan dan dievaluasi lebih lanjut jika diperlukan.
Pemeriksaan rutin tidak berarti setiap orang harus menjalani tes kanker khusus. Tidak semua negara merekomendasikan skrining kanker rongga mulut pada seluruh populasi tanpa gejala. Namun, pemeriksaan klinis menjadi penting ketika ditemukan kelainan atau seseorang memiliki faktor risiko tertentu.
Kamu juga dapat memperhatikan kondisi mulut sendiri secara berkala. Jika menemukan perubahan baru yang tidak membaik, jangan menunggu sampai keluhan semakin parah untuk memeriksakannya.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera jadwalkan pemeriksaan jika menemukan:
- Luka atau sariawan yang tidak sembuh selama beberapa minggu.
- Bercak putih atau merah yang menetap.
- Benjolan atau penebalan jaringan.
- Perdarahan tanpa penyebab yang jelas.
- Mati rasa pada area mulut.
- Gigi goyang tanpa penyebab yang jelas.
- Kesulitan mengunyah atau menelan.
- Benjolan pada leher.
Banyak keluhan tersebut sebenarnya dapat disebabkan oleh kondisi yang bukan kanker. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan apakah dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Bagaimana Kanker Mulut Didiagnosis?
Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan klinis dan menanyakan riwayat keluhan, termasuk kapan perubahan mulai muncul dan apakah kondisinya mengalami perubahan.
Jika ditemukan area yang mencurigakan, pasien dapat diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan atau dirujuk ke dokter spesialis yang sesuai, termasuk dokter spesialis penyakit mulut (Sp.PM).
Pemeriksaan lanjutan dapat melibatkan pencitraan atau pengambilan sampel jaringan.
Biopsi merupakan pemeriksaan untuk menganalisis jaringan dan memastikan apakah terdapat sel kanker. Jadi, jika dokter menyarankan biopsi, hal tersebut bukan berarti hasil pemeriksaan sudah pasti menunjukkan kanker. Biopsi justru dilakukan untuk memperoleh diagnosis yang lebih pasti.
Mengapa Deteksi Dini Kanker Mulut Penting?
Deteksi dini kanker mulut membantu kelainan pada jaringan mulut diperiksa sebelum berkembang lebih jauh.
Beberapa perubahan pada rongga mulut dapat terlihat atau dirasakan sejak awal. Karena itu, mengenali gejala awal kanker mulut dan segera memeriksakan perubahan yang menetap merupakan langkah penting.
Namun, deteksi dini bukan berarti setiap luka, bercak, atau benjolan pasti merupakan kanker. Pemeriksaan justru membantu membedakan kondisi yang umum dan tidak berbahaya dari kelainan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut di ConfiDental
Menjaga kesehatan mulut tidak hanya berarti mencegah gigi berlubang atau membersihkan karang gigi. Pemeriksaan jaringan lunak mulut juga merupakan bagian dari pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh.
ConfiDental menyediakan layanan pemeriksaan gigi dan mulut di berbagai cabang. Jika kamu menemukan sariawan yang tidak kunjung sembuh, bercak putih atau merah, benjolan, atau perubahan lain yang menetap, jangan langsung panik.
Konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter gigi agar penyebabnya dapat diperiksa dan ditentukan apakah membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kesimpulan
Kanker mulut dapat berkembang pada berbagai bagian rongga mulut, termasuk bibir, lidah, gusi, dasar mulut, bagian dalam pipi, dan langit-langit.
Beberapa gejala awal kanker mulut yang perlu diperhatikan adalah luka yang tidak sembuh, bercak putih atau merah, benjolan atau penebalan jaringan, nyeri yang menetap, mati rasa, gigi goyang tanpa penyebab yang jelas, serta kesulitan mengunyah atau menelan.
Meski demikian, ciri ciri kanker mulut tersebut tidak selalu berarti kanker. Banyak kondisi lain dapat menimbulkan keluhan yang serupa.
Jika menemukan perubahan pada mulut yang menetap selama beberapa minggu, semakin besar, atau tidak membaik, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter gigi.
Menghindari rokok dan produk tembakau, membatasi atau menghindari alkohol, menghindari kebiasaan mengunyah pinang, melindungi bibir dari paparan sinar matahari, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko dan mendukung deteksi dini kanker mulut.
Kenali perubahan pada mulut, jangan panik, tetapi jangan pula mengabaikannya.
Baca Juga:
Referensi
- International Agency for Research on Cancer. (2024). Indonesia fact sheet: Global Cancer Observatory. World Health Organization. https://gco.iarc.who.int/media/globocan/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheet.pdf
- Rahadiani, N., Habiburrahman, M., Stephanie, M., Handjari, D. R., & Krisnuhoni, E. (2023). Estimated projection of oral squamous cell carcinoma annual incidence from twenty years registry data: a retrospective cross-sectional study in Indonesia. PeerJ, 11, e15911. https://doi.org/10.7717/peerj.15911
- Tang, K. D., Menezes, L., Baeten, K., Walsh, L. J., Whitfield, B. C. S., Batstone, M. D., Kenny, L., Frazer, I. H., Scheper, G. C., & Punyadeera, C. (2020). Oral HPV16 Prevalence in Oral Potentially Malignant Disorders and Oral Cavity Cancers. Biomolecules, 10(2), 223. https://doi.org/10.3390/biom10020223