
Diamond Gigi Kembali Tren di 2026
Dunia estetika selalu berputar, termasuk dalam tren aksesori gigi. Di tahun 2026, diamond gigi atau tooth gems kembali populer sebagai detail kecil yang memberi efek berkilau saat tersenyum.
Diamond gigi adalah perhiasan mini berbentuk kristal atau ornamen kecil yang ditempel pada permukaan gigi menggunakan bahan perekat khusus medis. Umumnya berbahan kristal seperti Swarovski, kristal medis, atau bahkan emas mini. Ukurannya mungil dan tidak berlebihan, namun cukup memberi efek kilau yang elegan.
Meskipun bersifat dekoratif, pasang diamond gigi tetap termasuk prosedur yang harus dilakukan secara profesional oleh dokter gigi agar tidak merusak lapisan email.
Apakah Pasang Diamond Gigi Merusak Gigi?
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah apakah diamond gigi dapat merusak gigi.
Secara medis, pasang diamond gigi tidak merusak gigi selama dilakukan dengan prosedur yang benar di klinik gigi. Tindakan ini bersifat:
- Non-invasif (tidak mengebor gigi)
- Tidak mengikis lapisan email
- Menggunakan sistem bonding medis seperti pada pemasangan behel
- Reversible (dapat dilepas tanpa merusak struktur gigi
Diamond hanya ditempel pada lapisan terluar gigi (email) dengan bahan bonding yang telah digunakan dalam praktik kedokteran gigi selama bertahun-tahun. Namun, risiko tetap ada jika pemasangan dilakukan secara sembarangan.
Risiko Pasang Diamond Gigi di Salon atau Tukang Gigi
Beberapa tempat non-medis menawarkan harga diamond gigi yang lebih murah. Namun, prosedur tanpa standar medis dapat menimbulkan risiko seperti:
- Penggunaan lem non-medis yang sulit dilepas
- Permukaan gigi tergores akibat etsa berlebihan
- Iritasi gusi
- Diamond mudah lepas dan berisiko tertelan
- Penumpukan plak di sekitar diamond
Perlu diingat, email gigi tidak dapat tumbuh kembali. Kerusakan kecil sekalipun dapat berdampak jangka panjang. Karena itu, keputusan untuk pasang diamond gigi sebaiknya dilakukan di klinik gigi dengan alat dan bahan sesuai standar medis.
Prosedur Pemasangan Diamond Gigi di Klinik
Prosedur pasang diamond gigi relatif cepat dan minim rasa tidak nyaman. Tahapannya biasanya meliputi:
1. Pembersihan Permukaan Gigi
Gigi dibersihkan terlebih dahulu dari plak dan sisa makanan agar permukaan benar-benar bersih.
2. Aplikasi Bonding
Dokter gigi mengaplikasikan bahan bonding khusus untuk membantu diamond menempel dengan kuat.
3. Penempelan Diamond
Diamond gigi ditempatkan secara presisi sesuai posisi yang diinginkan.
4. Penyinaran (Light Cure)
Cahaya khusus digunakan untuk mengeraskan bonding sehingga diamond terkunci dengan aman di permukaan gigi.
Karena tidak ada pengeboran, prosedur ini tidak memerlukan anestesi.
Daya Tahan dan Perawatan Diamond Gigi
Secara umum, diamond gigi dapat bertahan beberapa bulan hingga 1 tahun, tergantung kebiasaan makan dan kebersihan mulut.
Agar lebih awet, perawatan yang disarankan meliputi:
- Menyikat gigi dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut
- Menghindari menggigit makanan atau benda keras
- Rutin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan
- Membersihkan sela gigi secara teratur
Jika ingin melepasnya, dokter gigi dapat mengangkat diamond dengan aman tanpa merusak email.
Kesimpulan
Diamond gigi adalah tren estetika yang kembali populer di 2026 dan dapat menjadi cara aman untuk mempercantik senyum jika dilakukan dengan prosedur medis yang tepat. Proses pasang diamond gigi bersifat non-invasif, tidak memerlukan pengeboran, dan dapat dilepas kembali tanpa merusak lapisan email.
Namun, keamanan sangat bergantung pada standar bahan dan teknik yang digunakan. Jangan tergiur hanya karena harga diamond gigi lebih murah di tempat non-medis. Pastikan prosedur dilakukan oleh dokter gigi agar tetap tampil berkilau tanpa mengorbankan kesehatan gigi.
Baca juga layanan dan artikel yang sesuai dengan kondisi Confi People:
- Prostodontik
- Implan Gigi
- Impaksi Gigi
- Odontektomi: Prosedur Cabut Gigi Bungsu yang Aman dan Nyaman
- Tanam Gigi: Harga Implan Gigi Permanen & Risikonya
- Gingivektomi: Solusi Estetik untuk Mengatasi Gummy Smile
atau, konsultasikan dengan dokter gigi profesional terdekat ConfiDental untuk lebih detail
Referensi
- Bhatia, S., Arora, V., Gupta, N., Gupta, P., Bansal, M., & Thakar, S. (2016). Tooth jewellery—Its knowledge and practice among dentists in Tricity, India. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 10(3), ZC32–ZC35. https://doi.org/10.7860/JCDR/2016/18578.7441
- Sharma, R., & colleagues. (2016). Tooth jewellery: An emerging esthetic trend. Journal of International Oral Health. https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/2229411220160301