WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Sakit gigi saat puasa sering terasa lebih menyiksa dibanding hari biasa. Saat tubuh tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam, produksi air liur menurun
Ilustrasi Sakit Gigi saat Puasa

 

Mengapa Sakit Gigi Saat Puasa Terasa Lebih Parah?

Sakit gigi saat puasa sering terasa lebih menyiksa dibanding hari biasa. Saat tubuh tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam, produksi air liur menurun. Padahal, air liur berfungsi sebagai pelindung alami yang membantu mengontrol bakteri dan menetralkan asam di rongga mulut.

Beberapa penyebab sakit gigi kambuh saat puasa antara lain:

Nyeri bisa terasa berdenyut, menjalar ke kepala, bahkan mengganggu konsentrasi saat beribadah.

 

Cara Mengatasi Sakit Gigi Saat Puasa (Tanpa Membatalkan Ibadah)

Jika nyeri muncul di siang hari, ada beberapa cara mengatasi sakit gigi saat puasa yang bisa dilakukan dengan aman.

1. Kumur Air Garam Hangat (Jangan Ditelan)

Larutkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat. Kumur selama 30 detik lalu buang. Cara ini membantu mengurangi bakteri dan meredakan peradangan ringan. Pastikan tidak ada cairan yang tertelan agar puasa tetap sah.

2. Kompres Dingin di Pipi

Tempelkan kompres dingin di sisi pipi yang terasa sakit selama 10–15 menit. Kompres membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri sementara.

3. Hindari Mengunyah di Sisi yang Sakit

Saat sahur atau berbuka, gunakan sisi yang tidak nyeri untuk mengurangi tekanan tambahan pada gigi yang bermasalah.

4. Minum Obat Setelah Berbuka

Jika nyeri cukup kuat, konsumsi obat sakit gigi saat puasa hanya setelah berbuka dan sesuai anjuran dokter. Pereda nyeri dapat membantu sementara, tetapi tidak menghilangkan sumber infeksi.

Perlu dipahami, semua langkah di atas hanya pertolongan pertama. Jika penyebabnya adalah infeksi atau kerusakan saraf gigi, tetap diperlukan perawatan profesional.

 

Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?

Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami:

Infeksi gigi yang dibiarkan bisa menyebar dan menyebabkan komplikasi serius. Dalam kondisi darurat, tindakan medis tetap diperbolehkan saat puasa sesuai pertimbangan syariat dan medis.

 

Dokter Gigi Madiun & Klinik Gigi Pasuruan Siap Membantu

Jika kamu mencari dokter gigi Madiun atau klinik gigi Pasuruan saat Ramadan, ConfiDental Care menyediakan layanan yang menyesuaikan kebutuhan pasien selama bulan puasa.

📍 Confidental Madiun
Lokasi strategis di Jl. Panglima Sudirman, mudah dijangkau dari pusat kota dan area Alun-Alun Madiun.

📍 Confidental Pasuruan
Berlokasi di Jl. Untung Suropati, Kebonagung, dekat pusat aktivitas masyarakat Pasuruan.

Tim dokter akan membantu menentukan perawatan terbaik agar nyeri cepat teratasi tanpa mengganggu ibadah.

 

Jangan Tunggu Sampai Bengkak

Sakit gigi tidak akan sembuh sendiri jika sudah disebabkan oleh infeksi pada gigi atau gusi. Mengandalkan obat sakit gigi saat puasa tanpa pemeriksaan hanya memberi efek sementara.

Langkah terbaik adalah melakukan pertolongan pertama yang aman, lalu segera menjadwalkan pemeriksaan ke dokter gigi Madiun atau klinik gigi Pasuruan terdekat agar infeksi tidak berkembang lebih serius.

Menjaga kesehatan gigi selama Ramadan sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

 

Kesimpulan

Sakit gigi saat puasa memang terasa lebih berat karena kondisi mulut yang kering dan tubuh yang sedang beradaptasi tanpa asupan cairan. Beberapa cara mengatasi sakit gigi saat puasa seperti kumur air garam, kompres dingin, dan konsumsi obat setelah berbuka dapat membantu sementara.

Namun jika nyeri tidak mereda atau muncul pembengkakan dan demam, pemeriksaan ke dokter tidak boleh ditunda. Dokter gigi Madiun dan klinik gigi Pasuruan siap membantu agar Confi People dapat kembali beraktivitas dan beribadah dengan nyaman.

Jangan tunggu sampai sakitnya tak tertahankan. Penanganan lebih awal selalu lebih aman dan lebih sederhana.

 

Referensi:

  1. Alghamdi, S., et al. (2024). Emergency management of acute dental pain in outpatient settings. American Journal of Emergency Medicine. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S073567572400737X 
  2. Sharma, R., et al. (2023). Exploring the causes, symptoms and management of toothache: A comprehensive review. International Journal of Pharmaceutical Research and Applications. https://ijprajournal.com/issue_dcp/Exploring%20the%20Causes,%20Symptoms%20and%20Management%20of%20Toothache%20%20a%20comprehensive%20Review.pdf
  3. Timmerman, A., & Parashos, P. (2020). Management of dental pain in primary care. Australian Prescriber, 43(2), 39–44. https://doi.org/10.18773/austprescr.2020.010

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *