
Sakit gigi termasuk nyeri yang paling mengganggu aktivitas. Banyak orang berharap nyeri akan reda setelah minum obat pereda nyeri. Namun, ketika sakit gigi tidak sembuh minum obat, bahkan terasa sakit gigi berdenyut malam hari, kondisi ini perlu diwaspadai.Jika obat minum seperti Cataflam tidak mempan sering kali menandakan masalah pada saraf gigi yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan obat.
Obat pereda nyeri golongan NSAID (seperti Cataflam atau Ponstan) bekerja menekan zat pemicu nyeri dan peradangan. Efeknya memang membantu pada nyeri ringan hingga sedang. Tetapi pada infeksi saraf gigi, sumber masalahnya adalah tekanan tinggi di ruang pulpa, yakni ruang tertutup berisi saraf dan pembuluh darah. Saat bakteri menginfeksi, terbentuk nanah dan gas yang menekan saraf dari dalam. Tekanan ini tidak dapat dihilangkan oleh obat, sehingga obat sakit gigi paling ampuh sekalipun hanya memberi efek sementara.
Waspada Pulpitis Ireversibel dan Nekrosis Pulpa
Jika sakit gigi tidak kunjung sembuh meski sudah minum obat, kondisi yang paling sering ditemukan adalah:
- Pulpitis Ireversibel
Yaitu peradangan saraf gigi yang sudah tidak dapat pulih kembali. Ciri khasnya:
- Nyeri spontan tanpa rangsangan
- Nyeri berdenyut, terutama malam hari
- Nyeri bertahan lama setelah makan/minum dingin atau panas
- Nekrosis Pulpa (Saraf Gigi Mati)
Jika dibiarkan, saraf gigi dapat mati. Meski nyeri bisa berkurang sementara, infeksi tetap aktif di ujung akar gigi dan berisiko menyebar ke tulang rahang atau jaringan sekitarnya.
Mengapa Antibiotik Tidak Menyelesaikan Sakit Gigi?
Masih banyak yang mencoba antibiotik saat sakit gigi tidak sembuh minum obat. Padahal, antibiotik bukan solusi utama untuk infeksi di dalam gigi. Beberapa hal yang perlu dipahami:
- Antibiotik tidak menghilangkan sumber infeksi di dalam saluran akar
- Nyeri bisa kambuh setelah obat habis
- Penggunaan tanpa indikasi dapat menyebabkan resistensi bakteri
Antibiotik hanya diresepkan dokter gigi pada kondisi tertentu, seperti infeksi menyebar disertai demam atau pembengkakan, dan harus dikombinasikan dengan tindakan medis.
Solusi Medis untuk Sakit Gigi yang Tidak Kunjung Sembuh
Ketika obat sakit gigi paling ampuh tidak lagi membantu, dokter gigi akan menentukan perawatan sesuai penyebabnya.
- Perawatan Saluran Akar (PSA / Root Canal Treatment)
Prosedur untuk membersihkan jaringan saraf gigi yang terinfeksi, mensterilkan saluran akar, lalu menutupnya rapat. PSA bertujuan menyelamatkan gigi agar tetap bisa berfungsi dan dapat dipakai mengunyah kembali.
- Drainase Abses
Jika terdapat nanah di gigi yang berlubang, dokter gigi akan membuat jalan keluar agar tekanan pada gigi berkurang dan nyeri dapat reda lebih cepat.
- Pencabutan Gigi
Pencabutan gigi menjadi pilihan perawatan terakhir jika struktur gigi sudah banyak yang hilang karena gigi berlubang, dan sudah tidak bisa dipertahankan.
Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?
Jangan menunda pemeriksaan jika kamu mengalami:
- Sakit gigi berdenyut malam hari yang tidak membaik dengan obat
- Bengkak pada gusi atau wajah
- Demam
- Sulit membuka mulut atau menelan
Penanganan lebih dini akan mengurangi risiko komplikasi dan membuat perawatan lebih sederhana.
Kesimpulan
Sakit gigi yang tidak kunjung sembuh meski sudah minum obat bukan masalah sepele. Jangan ditunda untuk segera ke dokter gigi karena rasa sakit menjadi tanda adanya masalah serius pada saraf gigimu. Minum obat pereda nyeri hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan sumber infeksi. Solusi yang tepat adalah segera periksa ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan medis, seperti perawatan saluran akar atau drainase abses dan infeksi, agar gigi dapat diselamatkan sedini mungkin untuk mencegah komplikasi yang lebih kompleks.
Referensi:
- Bhat, R., Shetty, S., Rai, P., Kumar, B. K., & Shetty, P. (2024). Revolutionizing the diagnosis of irreversible pulpitis – Current strategies and future directions. Journal of Oral Biosciences, 66(2), 272–280. https://doi.org/10.1016/j.job.2024.03.006
- El-Kishawi, M., & Khalaf, K. (2021). An update on root canal preparation techniques and how to avoid procedural errors in endodontics. The Open Dentistry Journal, 15(1), 318–324. https://doi.org/10.2174/1874210602115010318
- Sanders, J. L., & Houck, R. C. (2023, February 20). Dental abscess. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493149/