WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Plak gigi dapat memicu gigi berlubang dan masalah gusi. Kenali perbedaan plak dan karang gigi, penyebab, serta cara mencegahnya sebelum menumpuk
Plak gigi dapat memicu gigi berlubang dan masalah gusi.

 

Pernah merasa permukaan gigi terasa sedikit lengket meskipun sudah menyikat gigi? Bisa jadi, kamu sedang merasakan plak gigi.

Plak adalah lapisan biofilm yang terbentuk secara alami di permukaan gigi. Meski tidak selalu terlihat, plak dapat menumpuk di sela-sela gigi dan sekitar garis gusi. Jika tidak dibersihkan secara rutin, plak dapat berkontribusi terhadap gigi berlubang dan masalah gusi.

Plak yang dibiarkan juga dapat mengalami pengerasan dan berubah menjadi karang gigi, yang tidak dapat dibersihkan hanya dengan sikat gigi biasa.

Kabar baiknya, plak dapat dikendalikan dengan kebiasaan kebersihan mulut yang tepat. Yuk, kenali apa itu plak gigi, bahayanya, serta cara menghilangkan plak gigi dan mencegahnya menumpuk.

Apa Itu Plak Gigi?

Plak gigi adalah lapisan biofilm yang lunak dan lengket. Plak terbentuk ketika bakteri di dalam mulut berkumpul bersama komponen air liur dan sisa makanan di permukaan gigi.

Plak dapat menempel di berbagai area, termasuk:

Pembentukan plak merupakan proses alami. Setelah gigi dibersihkan, plak dapat terbentuk kembali. Karena itu, kebersihan gigi perlu dijaga secara konsisten setiap hari.

Jika plak menumpuk, bakteri di dalamnya dapat memetabolisme gula dan karbohidrat tertentu dari makanan maupun minuman. Proses tersebut menghasilkan asam yang dapat menyebabkan hilangnya mineral gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

Plak yang menumpuk di sekitar gusi juga dapat memicu peradangan.

Perbedaan Plak Gigi dan Karang Gigi

Plak dan karang gigi sering dianggap sama, padahal keduanya berbeda.

KriteriaPlak GigiKarang Gigi
BentukLapisan biofilm yang lunak dan lengketPlak yang mengalami mineralisasi atau pengerasan
TerbentukDapat terbentuk kembali setiap hariTerbentuk ketika plak dibiarkan dan mengalami pengerasan
PenangananDapat dikendalikan dengan menyikat gigi dan membersihkan sela gigiMembutuhkan pembersihan profesional seperti scaling
Dapat dibersihkan di rumah?Ya, jika masih berupa plak lunakTidak dapat dihilangkan secara efektif hanya dengan sikat gigi

Jadi, plak yang tidak dibersihkan dapat mengeras menjadi karang gigi. Karena karang gigi melekat kuat pada permukaan gigi, diperlukan pembersihan karang gigi secara profesional oleh dokter gigi.

Kenapa Plak Gigi Bisa Terlihat Kuning?

Plak yang masih tipis sering kali sulit terlihat karena warnanya dapat menyerupai permukaan gigi. Namun, plak yang menumpuk dapat tampak putih kekuningan.

Meski begitu, gigi yang terlihat kuning tidak selalu berarti terdapat plak. Warna gigi juga dapat dipengaruhi oleh:

Jika kamu menemukan lapisan kekuningan atau kecokelatan yang terasa keras dan sulit dibersihkan dengan sikat gigi, sebaiknya periksakan ke dokter gigi. Bisa jadi lapisan tersebut merupakan karang gigi atau jenis noda lainnya.

Apa Penyebab Plak Gigi Menumpuk?

Plak akan terbentuk secara alami, tetapi beberapa kondisi dapat membuatnya lebih mudah menumpuk atau sulit dibersihkan.

1. Konsumsi Gula dan Karbohidrat yang Sering

Bakteri dalam plak dapat memanfaatkan gula dan karbohidrat tertentu dari makanan dan minuman. Semakin sering gigi terpapar gula, semakin sering pula bakteri dapat menghasilkan asam.

Karena itu, perhatikan kebiasaan seperti:

Kopi dan teh tanpa gula tidak secara langsung menyebabkan plak. Namun, keduanya dapat meninggalkan noda pada permukaan gigi, terutama jika dikonsumsi secara rutin.

2. Kebersihan Gigi yang Kurang Optimal

Plak lebih mudah menumpuk ketika gigi tidak dibersihkan secara menyeluruh. Beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan antara lain:

Gigi berjejal, penggunaan behel, atau adanya restorasi tertentu juga dapat membuat beberapa area lebih sulit dibersihkan. Pada kondisi tersebut, dokter gigi dapat membantu menentukan teknik dan alat kebersihan mulut yang sesuai.

Bahaya Plak Gigi Jika Dibiarkan

Plak bukan hanya masalah kebersihan atau penampilan. Jika terus menumpuk, plak dapat berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan gigi dan gusi.

1. Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang

Bakteri dalam plak dapat menghasilkan asam ketika memetabolisme gula dan karbohidrat tertentu. Paparan asam yang berulang dapat menyebabkan mineral gigi larut dan meningkatkan risiko karies atau gigi berlubang.

Semakin lama plak dibiarkan, semakin sulit menjaga permukaan gigi tetap bersih.

2. Menyebabkan Gusi Merah dan Mudah Berdarah

Plak yang menumpuk di sekitar garis gusi dapat memicu gingivitis atau peradangan gusi.

Beberapa tandanya meliputi:

Gingivitis dapat membaik dengan pengendalian plak yang baik dan perawatan yang sesuai. Jika faktor penyebab terus berlangsung, penyakit gusi dapat berkembang menjadi periodontitis yang memengaruhi jaringan penyangga gigi.

3. Berkontribusi terhadap Bau Mulut

Plak yang menumpuk dapat menjadi salah satu faktor penyebab bau mulut. Bakteri di dalam rongga mulut dapat menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau.

Namun, bau mulut tidak selalu disebabkan oleh plak. Mulut kering, kondisi lidah, masalah gigi, serta kondisi kesehatan tertentu juga dapat berperan.

Cara Menghilangkan Plak Gigi

Karena plak masih berupa lapisan lunak, plak dapat dikendalikan dengan kebersihan mulut yang dilakukan secara rutin. Kuncinya adalah membersihkan seluruh permukaan gigi, termasuk area yang sering terlewat.

1. Terapkan Cara Sikat Gigi yang Benar

Menyikat gigi dua kali sehari merupakan bagian penting untuk mengendalikan plak.

Berikut cara sikat gigi yang benar:

Jangan lupa membersihkan bagian belakang gigi geraham dan area gigi yang berjejal. Jika menggunakan behel, dokter gigi dapat merekomendasikan alat tambahan untuk membantu membersihkan area di sekitar bracket dan kawat.

2. Bersihkan Sela-Sela Gigi

Sikat gigi tidak selalu dapat menjangkau seluruh permukaan di antara gigi. Karena itu, pembersihan sela gigi perlu menjadi bagian dari rutinitas kebersihan mulut.

Kamu dapat menggunakan dental floss atau alat pembersih interdental lain sesuai kondisi gigi. Lakukan dengan lembut agar tidak melukai gusi.

Kapan Perlu Scaling?

Jika plak sudah mengalami mineralisasi dan menjadi karang gigi, menyikat gigi saja tidak cukup untuk menghilangkannya.

Dokter gigi dapat melakukan scaling, yaitu prosedur pembersihan profesional untuk mengangkat karang gigi yang menempel pada permukaan gigi.

Scaling dapat direkomendasikan ketika terdapat karang gigi, peradangan gusi, atau kondisi lain yang membutuhkan pembersihan profesional. Frekuensinya tidak selalu sama untuk setiap orang dan dapat disesuaikan dengan kondisi gigi, gusi, serta risiko masing-masing.

Sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi jika kamu mengalami:

Cara Mencegah Plak Gigi Menumpuk Kembali

Plak dapat terbentuk kembali setelah gigi dibersihkan. Karena itu, menjaga kebersihan gigi sehari-hari tetap menjadi langkah utama.

1. Perhatikan Pola Makan

Beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi antara lain:

Kamu tidak harus sepenuhnya menghindari kopi atau teh. Yang penting, perhatikan tambahan gula, frekuensi konsumsi, dan tetap jaga kebersihan gigi.

2. Lakukan Pemeriksaan Gigi Secara Rutin

Pemeriksaan rutin membantu dokter mengevaluasi kondisi gigi dan gusi, menemukan masalah sejak dini, serta memberikan rekomendasi kebersihan mulut yang sesuai.

Tidak semua orang membutuhkan scaling dengan interval yang sama. Jadwal pemeriksaan dan pembersihan karang gigi dapat disesuaikan dengan kondisi rongga mulut dan risiko penumpukan karang gigi.

Jika kamu mengalami gusi mudah berdarah, karang gigi, atau ingin mengetahui kondisi kesehatan gigi dan gusi, kamu dapat berkonsultasi di ConfiDental.

Layanan scaling dan pemeriksaan gigi tersedia di cabang ConfiDental Malang, Tulungagung, Pasuruan, Madiun, dan Probolinggo. Hubungi cabang terdekat untuk mendapatkan informasi jadwal dan layanan yang tersedia.

 

Kesimpulan

Plak gigi adalah lapisan biofilm yang terbentuk secara alami di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan secara rutin, plak dapat berkontribusi terhadap gigi berlubang, peradangan gusi, bau mulut, dan pembentukan karang gigi.

Cara utama untuk mengendalikan plak adalah menerapkan cara sikat gigi yang benar dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela-sela gigi, membatasi frekuensi konsumsi gula, dan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

Jika plak sudah mengeras menjadi karang gigi, diperlukan scaling atau pembersihan profesional oleh dokter gigi.

Jadi, jangan tunggu sampai gusi terasa sakit atau berdarah untuk mulai memperhatikan kebersihan mulut. Konsultasikan kondisi gigi dan gusi kamu di ConfiDental untuk mendapatkan rekomendasi perawatan yang sesuai.

 

Baca Juga:

 

Referensi

  1. Elsevier. (n.d.). Tooth plaque. ScienceDirect Topics. Retrieved September 18, 2026, from https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/tooth-plaque 
  2. Mark Welch, J. L., & Borisy, G. G. (2025). Dental plaque: Who is in the neighborhood and why it matters. The Journal of the American Dental Association, 156(8), 612–620. https://doi.org/10.1016/j.adaj.2025.05.005 
  3. Marsh P. D. (2006). Dental plaque as a biofilm and a microbial community – implications for health and disease. BMC oral health, 6 Suppl 1(Suppl 1), S14. https://doi.org/10.1186/1472-6831-6-S1-S14

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *