WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Perawatan saluran akar gigi adalah prosedur untuk mengatasi saraf gigi terinfeksi tanpa harus mencabut gigi
Perawatan Saluaran Akar

 

Mendengar istilah perawatan saluran akar gigi (PSA) sering kali membuat banyak orang merasa cemas. Tidak sedikit yang mengira prosedur ini pasti menyakitkan atau menjadi tanda bahwa gigi sudah tidak bisa diselamatkan.

Padahal, anggapan tersebut tidak benar.

PSA gigi adalah prosedur yang bertujuan mempertahankan gigi asli ketika jaringan pulpa atau saraf gigi telah mengalami infeksi maupun peradangan. Dengan membersihkan saluran akar dan menutupnya kembali secara rapat, dokter gigi dapat menghilangkan sumber infeksi sekaligus mengembalikan fungsi gigi tanpa harus mencabutnya.

Berkat perkembangan teknologi kedokteran gigi, penggunaan anestesi lokal, serta instrumen endodontik modern, perawatan akar gigi kini dapat dilakukan dengan lebih nyaman dibandingkan yang banyak dibayangkan pasien.

Dalam artikel ini, Confi People akan mempelajari apa itu PSA, kapan prosedur ini diperlukan, bagaimana tahapan perawatan saluran akar, hingga perawatan setelah PSA agar hasilnya bertahan dalam jangka panjang.

 

Perawatan Saluran Akar Gigi

Perawatan saluran akar gigi (PSA) atau root canal treatment (RCT) merupakan prosedur untuk mengangkat jaringan pulpa yang mengalami infeksi atau peradangan dari dalam gigi.

Pulpa sendiri berisi saraf, pembuluh darah, dan jaringan ikat yang berfungsi menjaga vitalitas gigi. Ketika pulpa mengalami kerusakan akibat bakteri atau trauma, rasa nyeri dapat muncul dan infeksi berisiko menyebar ke jaringan di sekitar akar gigi.

Setelah jaringan yang terinfeksi dibersihkan, dokter gigi akan:

Tujuan utama perawatan saluran akar gigi adalah:

Dengan demikian, tidak semua gigi yang mengalami infeksi harus dicabut.

 

Kondisi yang Biasanya Memerlukan Perawatan Saluran Akar

Tidak semua sakit gigi membutuhkan PSA. Dokter gigi akan menentukan jenis perawatan berdasarkan pemeriksaan klinis, tes vitalitas pulpa, dan foto rontgen.

Beberapa kondisi yang paling sering memerlukan perawatan saluran akar gigi antara lain:

Gigi berlubang dalam yang terus berkembang dapat mencapai pulpa sehingga menyebabkan peradangan yang tidak dapat pulih sendiri (irreversible pulpitis) atau bahkan kematian pulpa (pulpa nekrosis).

 

Gejala yang dapat muncul meliputi:

Benturan akibat kecelakaan, olahraga, atau terjatuh dapat menyebabkan pulpa mengalami infeksi meskipun gigi tampak utuh dari luar.

 

Pada beberapa kondisi, pulpa dapat mengalami kematian atau nekrosis beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah cedera sehingga diperlukan evaluasi berkala oleh dokter gigi.

Retakan pada mahkota gigi dapat menjadi jalan masuk bakteri menuju pulpa.

 

Jika infeksi telah mencapai jaringan pulpa, PSA diperlukan sebelum gigi dipulihkan dengan restorasi yang sesuai.

Tambalan yang bocor, adanya karies atau lubang baru, atau kegagalan restorasi sebelumnya dapat menyebabkan bakteri kembali menginfeksi saluran akar sehingga memerlukan perawatan ulang (retreatment) apabila memungkinkan.

 

Tahapan Perawatan Saluran Akar Gigi

Jumlah kunjungan PSA tidak selalu sama pada setiap pasien. Kondisi yang sederhana dapat selesai dalam satu kali kunjungan, sedangkan infeksi yang lebih kompleks mungkin memerlukan beberapa kali kunjungan.

 

Secara umum, prosedurnya meliputi:

Dokter gigi akan:

 

Tahap ini membantu menentukan diagnosis serta rencana perawatan yang paling tepat.

Jika pulpa masih hidup dan sensitif, dokter akan memberikan obat bius lokal agar prosedur berlangsung minim rasa sakit dan lebih nyaman untuk pasien.

Pada banyak kondisi, dokter gigi akan menggunakan rubber dam, yaitu lembar karet khusus yang berfungsi mengisolasi gigi selama perawatan.

 

Rubber dam membantu menjaga area kerja tetap bersih, mengurangi kontaminasi bakteri dari air liur, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pasien selama prosedur.

Dokter gigi akan membuka akses menuju ruang pulpa, kemudian mengangkat jaringan pulpa yang terinfeksi.

 

Saluran akar selanjutnya dibersihkan menggunakan instrumen khusus dan larutan irigasi untuk mengurangi mikroorganisme serta sisa jaringan di dalam saluran akar.

Setelah saluran akar dipastikan bersih dan siap, dokter akan mengisinya menggunakan bahan biokompatibel, umumnya gutta-percha, yang dikombinasikan dengan sealer endodontik untuk membantu menutup ruang saluran akar secara rapat.

Tahap terakhir adalah mengembalikan fungsi gigi dengan restorasi.

 

Bergantung pada banyaknya jaringan gigi yang masih tersisa, dokter dapat melakukan:

 

Apakah Perawatan Saluran Akar Gigi Sakit?

Ini merupakan pertanyaan yang paling sering diajukan Confi People.

Dengan teknik modern dan anestesi lokal, perawatan saluran akar gigi umumnya tidak lebih sakit dibandingkan prosedur tambal gigi.

Selama tindakan, pasien mungkin hanya merasakan sedikit tekanan atau getaran dari instrumen yang digunakan.

Setelah anestesi hilang, rasa tidak nyaman ringan selama beberapa hari masih dapat terjadi sebagai bagian dari proses penyembuhan dan biasanya dapat dikontrol dengan obat yang diresepkan dokter.

 

Berapa Kali Kunjungan yang Dibutuhkan?

Tidak ada jumlah kunjungan yang berlaku untuk semua pasien.

 

Durasi perawatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

 

Kondisi sederhana dapat selesai dalam satu kunjungan, sedangkan infeksi atau kondisi yang lebih kompleks bisa membutuhkan dua atau lebih kunjungan.

 

Perawatan Setelah Perawatan Saluran Akar

Agar hasil PSA optimal, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:

  1. hindari mengunyah pada gigi yang masih menggunakan tambalan sementara,
  2. menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari, dan rajin menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi,
  3. minum obat sesuai resep dokter,
  4. datang kembali sesuai jadwal kontrol.

 

Jika dokter menganjurkan pemasangan dental crown, sebaiknya jangan menunda terlalu lama karena gigi yang telah menjalani PSA umumnya menjadi lebih rapuh dibandingkan gigi yang masih vital atau sehat.

 

Dental Crown Setelah Perawatan Saluran Akar

Setelah perawatan saluran akar gigi, sebagian pasien memerlukan pemasangan Dental Crown atau mahkota gigi untuk melindungi struktur gigi yang tersisa.

Dental crown biasanya direkomendasikan apabila:

Mahkota gigi membantu mengembalikan kekuatan sekaligus memperpanjang keberhasilan hasil PSA dalam jangka panjang.

 

Kapan Harus Segera Menghubungi Dokter Gigi?

Segera lakukan kontrol apabila setelah PSA muncul:

 

Pemeriksaan ulang diperlukan agar dokter gigi dapat mengevaluasi proses penyembuhan dan memberikan penanganan yang sesuai.

 

Baca Juga

 

Kesimpulan

PSA gigi adalah prosedur yang bertujuan mengatasi saraf gigi terinfeksi sekaligus mempertahankan gigi asli agar tetap berfungsi dengan baik. Dengan diagnosis yang tepat, perawatan saluran akar gigi dapat menghilangkan sumber infeksi tanpa harus mencabut gigi.

Keberhasilan prosedur ini dipengaruhi oleh pembersihan saluran akar yang optimal, restorasi akhir yang baik, serta kepatuhan pasien menjalani perawatan setelah PSA. Semakin cepat infeksi ditangani, semakin besar peluang gigi dapat dipertahankan.

Apabila Confi People mengalami sakit gigi berkepanjangan, nyeri saat menggigit, atau dicurigai mengalami infeksi pada saraf gigi, jangan menunda pemeriksaan. Dokter gigi di ConfiDental siap melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan apakah gigi masih dapat diselamatkan melalui perawatan saluran akar gigi.

Pemeriksaan tersedia di berbagai cabang ConfiDental di Malang, Tulungagung, Pasuruan, Madiun, dan Probolinggo, sehingga Confi People dapat memilih lokasi yang paling dekat dan nyaman.

 

Referensi:

  1. Abbott P. V. (2023). Indications for root canal treatment following traumatic dental injuries to permanent teeth. Australian dental journal, 68 Suppl 1, S123–S140. https://doi.org/10.1111/adj.12989 
  2. Algadhi, A. (2021). Crown or not to crown root canal treated teeth. Bioscience Biotechnology Research Communications, 14(2), 594–599. http://dx.doi.org/10.21786/bbrc/14.2.24 
  3. Mehta, D., Coleman, A., & Lessani, M. (2025). Success and failure of endodontic treatment: predictability, complications, challenges and maintenance. British Dental Journal, 238(7), 527–535. https://doi.org/10.1038/s41415-025-8453-5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *