
Mengapa Persiapan Gigi Sebelum Puasa Itu Penting?
Ramadan 1447 H diperkirakan dimulai sekitar 18–19 Februari 2026. Selama kurang lebih 12–14 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan. Kondisi ini berdampak langsung pada kesehatan rongga mulut, sehingga persiapan gigi sebelum puasa bukan sekadar formalitas, tetapi langkah medis yang rasional.
Air liur berfungsi sebagai pelindung alami gigi dan gusi. Ia membantu:
- Menetralisir asam dari bakteri
- Membersihkan sisa makanan
- Menghambat pertumbuhan mikroorganisme
Saat puasa, produksi air liur menurun atau kondisi ini disebut dengan xerostomia. Lingkungan mulut menjadi lebih kering dan asam, sehingga bakteri lebih aktif. Jika sebelumnya sudah ada lubang kecil, karang gigi, atau radang gusi ringan, kondisi tersebut bisa memburuk lebih cepat.
Inilah alasan mengapa perawatan gigi sebelum Ramadan sangat dianjurkan untuk mencegah keluhan yang mengganggu ibadah.
Masalah Gigi yang Sering Terjadi Saat Puasa
Beberapa keluhan umum yang sering muncul tanpa persiapan yang baik antara lain:
- Nyeri Mendadak pada Gigi Berlubang
Perubahan pola makan saat berbuka, terutama konsumsi makanan manis dan lengket, dapat mempercepat perkembangan lubang kecil menjadi lebih dalam. Tidak jarang pasien mengalami sakit gigi saat puasa yang muncul tiba-tiba, bahkan berdenyut di malam hari. Kondisi ini biasanya terjadi karena infeksi sudah mencapai saraf gigi sebelum Ramadan dimulai.
- Bau Mulut (Halitosis)
Bau mulut saat puasa bukan hanya karena lambung kosong. Secara ilmiah, bau muncul akibat:
- Penurunan produksi air liur
- Penumpukan plak dan karang gigi
- Aktivitas bakteri anaerob yang menghasilkan senyawa sulfur mudah menguap, menyebabkan bau mulut
Tanpa persiapan gigi sebelum puasa, bau mulut bisa terasa lebih kuat, terutama bila ada radang gusi atau sisa akar gigi.
- Radang Gusi dan Gigi Bungsu
Kurangnya hidrasi serta kelelahan dapat memicu peradangan pada area gusi, terutama pada area gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna (perikoronitis).
5 Perawatan Gigi Sebelum Ramadan yang Direkomendasikan
Agar terhindar dari sakit gigi saat puasa dan gangguan lain selama Ramadan, berikut perawatan gigi sebelum Ramadan yang sebaiknya dilakukan:
- Scaling Gigi
Scaling adalah tindakan membersihkan karang gigi yang tidak bisa dihilangkan dengan sikat biasa. Manfaat scaling sebelum puasa antara lain:
- Mengurangi risiko bau mulut
- Mencegah radang gusi
- Mengurangi kemungkinan gusi berdarah saat puasa
Scaling termasuk langkah utama dalam persiapan gigi sebelum puasa Ramadan.
- Penambalan Gigi
Lubang kecil yang belum terasa nyeri tetap perlu ditutup. Penambalan mencegah bakteri masuk lebih dalam ke pulpa (saraf gigi) dan mengurangi risiko sakit gigi saat puasa yang mendadak.
Tanpa penambalan gigi, lubang dapat berkembang menjadi:
- Pulpitis (peradangan pada saraf gigi)
- Abses
- Nyeri berdenyut hebat di malam hari
Menambal gigi sebelum puasa jauh lebih nyaman daripada harus sakit gigi dan menjalani perawatan di tengah Ramadan.
- Pencabutan Sisa Akar
Sisa akar adalah sumber infeksi yang menetap apabila terus dibiarkan. Walaupun tidak selalu nyeri, ia dapat menjadi fokus infeksi yang aktif saat daya tahan tubuh menurun.
Jika dokter gigi menyarankan pencabutan, Confi people dapat melakukan pencabutan sisa akar gigi sebelum puasa agar masa penyembuhan berjalan optimal.
- Evaluasi Gigi Bungsu
Gigi bungsu yang tumbuh miring mudah menyebabkan peradangan. Area ini sulit dibersihkan dan rentan menimbulkan nyeri saat tubuh lelah.
Pemeriksaan radiografi seperti panoramik dapat dilakukan sebelum Ramadan untuk membantu menentukan apakah perlu observasi atau tindakan lebih lanjut pada gigi bungsu.
- Persiapan Produk Kebersihan Mulut
Selain tindakan klinis, siapkan juga:
- Pasta gigi berfluoride
- Sikat gigi berbulu lembut
- Benang gigi (dental floss)
- Obat kumur sesuai anjuran dokter
Gunakan produk ini saat sahur dan sebelum tidur untuk menjaga keseimbangan mikrobioma atau bakteri alami dalam rongga mulut.
Tips Menjaga Kesehatan Gigi Saat Puasa
Untuk Confi People yang berpuasa Ramadan nanti, berikut ini tips tambahan supaya kesehatan gigi dan mulut kita tetap terjaga:
- Minum air yang cukup saat berbuka dan sahur
- Hindari langsung tidur setelah makan manis
- Sikat gigi 30 menit setelah sahur dan berbuka
- Jangan melewatkan flossing atau membersihkan sela gigi dengan benang gigi
Ingat Confi People, menyikat gigi saat puasa tidak membatalkan puasa, selama tidak tertelan!
Kesimpulan
Melakukan persiapan gigi sebelum puasa 2026 adalah langkah preventif berbasis ilmiah untuk mencegah sakit gigi saat puasa, bau mulut, dan infeksi mendadak. Penurunan produksi air liur selama puasa membuat rongga mulut lebih rentan terhadap aktivitas bakteri. Dengan scaling, penambalan, evaluasi gigi bungsu, serta kebiasaan kebersihan yang baik, ibadah Ramadan dapat dijalani dengan lebih nyaman dan fokus.
Menjaga kesehatan gigi bukan hanya tentang senyum, tetapi juga bagian dari ikhtiar menjaga kualitas ibadah selama Ramadan.
Baca juga layanan dan artikel yang sesuai dengan kondisi Confi People:
- Bau mulut (Halitosis)
- Jangan Anggap Remeh! 5 Bahaya Sisa Akar Gigi yang Dibiarkan
- Odontektomi: Prosedur Cabut Gigi Bungsu yang Aman dan Nyaman
- Tanam Gigi: Harga Implan Gigi Permanen & Risikonya
- Gingivektomi: Solusi Estetik untuk Mengatasi Gummy Smile
atau, konsultasikan dengan dokter gigi profesional terdekat ConfiDental untuk lebih detail
Referensi:
- Sajjad, M., Qureshi, M. A., & Khan, S. (2023). Oral hygiene and dental care during Ramadan fasting. Journal of Clinical and Experimental Dentistry, 15(10), e880–e886. https://doi.org/10.4317/jced.60909
- Shaeesta, K. B., Prabhuji, M. L., & Shruthi, J. R. (2015). Ramadan fasting and dental treatment considerations: a review. General Dentistry, 63(4), 61–66. https://www.researchgate.net/publication/279195908_Ramadan_fasting_and_dental_treatment_considerations_A_review