
Kapan Gigi Susu Pertama Kali Tumbuh?
Setiap anak punya waktunya sendiri. Tapi secara umum, gigi susu pertama akan muncul di usia 6–10 bulan, biasanya dimulai dari gigi seri bawah. Setelah itu, gigi lainnya akan tumbuh satu per satu, sampai jumlahnya genap 20 saat anak berusia sekitar 2,5–3 tahun.
Fun Fact: Kalau di usia 6 bulan gigi bayi belum muncul, kamu nggak perlu langsung khawatir, ya. Ini masih termasuk normal karena waktu tumbuhnya gigi bisa berbeda-beda untuk setiap anak.
Mengapa Gigi Susu Penting untuk Dijaga?
Banyak orang tua mengira gigi susu tidak perlu dirawat karena nantinya akan tanggal. Padahal, gigi susu berperan penting dalam membantu anak makan, bicara, dan menjaga ruang untuk gigi tetap. Kalau tidak dirawat, gigi susu berlubang bisa menyebabkan nyeri, infeksi, bahkan mengganggu pertumbuhan kesehatan gigi anak ke depannya. Merawatnya sejak dini adalah langkah penting untuk mencegah sakit gigi anak dan membentuk kebiasaan sehat sejak kecil.
Cara Menyikat Gigi Anak yang Benar dan Menyenangkan
- Sebelum gigi tumbuh, bersihkan gusi bayi setelah menyusui menggunakan kain kasa yang sudah dibasahi oleh air matang.
- Setelah gigi pertama tumbuh, gunakan sikat gigi khusus bayi dengan bulu lembut dan pasta gigi berfluoride sebesar butiran beras Untuk anak usia 3–6 tahun, gunakan pasta gigi seukuran kacang polong dan ajarkan untuk meludah setelah menyikat.
- Sikat gigi minimal 2 kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur
- Dampingi anak saat menyikat gigi hingga mereka bisa melakukannya sendiri secara benar, biasanya sekitar usia 6–7 tahun.
Tips agar aktivitas menyikat gigi bisa menyenangkan:
- Biarkan anak memilih sikat dan pasta giginya sendiri
- Temani anak sikat gigi dan jadikan momen sikat gigi untuk quality time dengan anak
- Gunakan lagu atau timer selama 2 menit
- Jadikan sikat gigi sebagai rutinitas, bukan hukuman
Masalah Umum pada Gigi Anak & Solusinya
Masalah | Penyebab Umum | Solusi |
Gigi berlubang | Konsumsi makanan manis, jarang menyikat gigi | Penambalan gigi di dokter gigi, hindari konsumsi gula berlebihan |
Gusi bengkak & merah | Tumbuh gigi, adanya gigi berlubang dan infeksi yang sudah mencapai saraf gigi | Kompres dingin, periksa ke dokter gigi jika parah |
Gigi susu goyang tetapi tidak kunjung tanggal/copot | Akar masih belum selesai resorpsi (hilang secara alami) | Observasi; apabila mengganggu dan tidak kunjung tanggal, segera konsultasikan ke dokter gigi |
Napas bau | Sisa makanan, plak, karang gigi, gigi berlubang | Menjaga kebersihan gigi dan mulut, rutin periksa ke dokter gigi 6 bulan sekali |
Kapan Anak Sebaiknya Pertama Kali Ke Dokter Gigi?
Menurut rekomendasi American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD), anak disarankan periksa ke dokter gigi sebelum usia 1 tahun, atau maksimal 6 bulan setelah gigi pertamanya tumbuh.
Manfaatnya bukan cuma untuk periksa gigi, tapi juga:
- Membantu orang tua memahami cara merawat gigi anak
- Mengenalkan anak ke suasana klinik sejak kecil
- Membangun kebiasaan positif tentang perawatan diri
Dengan kunjungan sejak dini, anak akan lebih nyaman dan tidak takut ketika harus kembali ke dokter gigi di masa depan.
FAQ Seputar Gigi Susu Anak
Berikut ini tiga pertanyaan yang sering Confi People tanyakan kepada tim dokter gigi ConfiDental.
Q: Apakah gigi susu berlubang perlu ditambal? A: Ya. Bila dibiarkan, lubang bisa semakin membesar, akan menimbulkan nyeri, infeksi, dan mengganggu tumbuhnya gigi tetap. |
Q: Anak takut ke dokter gigi. Bagaimana mengatasinya ya? A: Bicarakan secara positif, ajak anak bermain peran “periksa gigi”, bangun mood baik anak sebelum ke dokter gigi, dan pilih dokter gigi yang komunikatif dan ramah. |
Q: Umur berapa gigi susu mulai tanggal? A: Biasanya mulai usia 6 tahun. Proses ini bisa berlangsung hingga usia 12 tahun, terus pantau dan tanyakan pada anak apakah giginya mulai goyang?, jika iya bisa segera ke dokter gigi untuk dilakukan pencabutan apabila sudah waktunya tanggal. |
Kesimpulan
Merawat gigi susu anak sejak dini bukan hanya mencegah sakit gigi, tapi juga berperan penting dalam tumbuh kembang, kebiasaan kesehatan, dan kepercayaan diri anak. Jadikan momen menyikat gigi sebagai aktivitas menyenangkan, dan jangan ragu berkonsultasi ke dokter gigi anak secara rutin.
Referensi
- American Academy of Pediatric Dentistry. (2012). Guideline on infant oral health care. Pediatric Dentistry, 34(5), e148–e152. Retrieved from https://www.aapd.org/assets/1/7/g_infantoralhealthcare.pdf
- Centers for Disease Control and Prevention. (2023, November 30). Oral health tips for children. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/oral-health/prevention/oral-health-tips-for-children.html