WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Dalam kedokteran gigi, tingkat kegoyangan dinilai berdasarkan derajat tertentu untuk menentukan cara mengatasi gigi goyang yang paling tepat serta prognosisnya
Dalam kedokteran gigi, tingkat kegoyangan dinilai berdasarkan derajat tertentu untuk menentukan cara mengatasi gigi goyang yang paling tepat serta prognosisnya

 

Apakah Gigi Goyang Masih Bisa Diselamatkan?

Mengalami gigi goyang sering membuat panik dan langsung berpikir bahwa pencabutan adalah satu-satunya solusi. Padahal, tidak semua gigi goyang harus dicabut. Dalam kedokteran gigi, tingkat kegoyangan dinilai berdasarkan derajat tertentu untuk menentukan cara mengatasi gigi goyang yang paling tepat serta prognosisnya.

Secara sederhana, derajat kegoyangan gigi dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Derajat 1: Gigi terasa sedikit lebih longgar dari normal, biasanya hanya bergerak sedikit ke arah depan dan belakang. Pada tahap ini, kegoyangan sering belum disadari pasien dan masih memiliki prognosis yang baik bila ditangani lebih awal.
  2. Derajat 2: Gigi sudah terasa goyang jelas dan dapat bergerak ke beberapa arah (kanan–kiri atau depan–belakang). Kondisi ini menunjukkan jaringan penyangga gigi mulai melemah, namun masih berpeluang diselamatkan dengan perawatan yang tepat, seperti perawatan gusi dan splinting gigi.
  3. Derajat 3: Gigi sangat goyang, tidak hanya ke samping tetapi juga terasa bisa naik–turun saat ditekan. Pada derajat ini, penyangga gigi sudah mengalami infeksi berat sehingga prognosisnya lebih terbatas dan memerlukan evaluasi menyeluruh sebelum menentukan apakah gigi masih bisa dipertahankan.

Penyebab utama gigi goyang adalah infeksi pada ligamen periodontal, yaitu jaringan yang berfungsi menahan gigi di dalam tulang rahang. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh penumpukan karang gigi dalam jangka panjang dan trauma/benturan pada gigi. Jika penyebab dasarnya ditangani dan struktur pendukung gigi masih memungkinkan, gigi goyang masih bisa diselamatkan dan tidak harus langsung dicabut.

 

Apa Itu Splinting Gigi?

Splinting gigi adalah prosedur pengikatan gigi goyang dengan gigi tetangganya yang lebih kuat agar beban kunyah terbagi merata. Prinsipnya mirip seperti gips pada tulang patah, di mana gigi yang goyang “diistirahatkan” dengan bantuan gigi lain sehingga jaringan penyangganya memiliki waktu untuk pulih dan menjadi lebih stabil.

Perlu dipahami bahwa splinting gigi bukan terapi utama untuk menghilangkan penyebab, melainkan tindakan penunjang setelah perawatan seperti scaling, perawatan gusi, atau penanganan pascatrauma. Dengan pendekatan yang tepat, splinting menjadi salah satu cara mengatasi gigi goyang yang efektif untuk mempertahankan gigi asli.

 

Kapan Splinting Gigi Dibutuhkan?

Splinting gigi biasanya direkomendasikan pada kondisi tertentu, terutama ketika gigi masih memiliki peluang untuk dipertahankan. Beberapa indikasinya meliputi:

Dalam banyak kasus, pengikatan gigi goyang membantu meningkatkan kenyamanan pasien dan menjaga fungsi kunyah.

 

Jenis-Jenis Splinting Gigi

Metode ini menggunakan kawat tipis yang ditempelkan di belakang gigi. Wire splinting cukup kuat untuk menstabilkan gigi, namun dari sisi estetika kurang optimal karena kawat bisa terasa dan terlihat.

Fiber splinting menggunakan serat khusus berwarna sewarna gigi yang direkatkan dengan bahan resin. Teknik ini banyak dipilih karena lebih nyaman dan estetik. Kelebihan fiber splinting antara lain:

 

Splinting Sementara dan Splinting Permanen

Secara klinis, splinting gigi dibedakan menjadi splinting sementara dan splinting permanen, tergantung pada penyebab kegoyangan gigi dan prognosis jaringan penyangganya.

Digunakan pada kondisi yang sifatnya reversibel atau bisa kembali ke kondisi awal, yaitu ketika kegoyangan gigi masih berpotensi membaik. Yaitu kondisi:

Tujuan splinting sementara adalah menstabilkan gigi selama masa penyembuhan, sehingga ligamen periodontal memiliki kesempatan untuk pulih kembali.

Diperlukan pada kondisi kehilangan penyangga tulang yang bersifat irreversibel, di mana struktur pendukung gigi tidak dapat kembali seperti semula. Splinting permanen bertujuan untuk:

Pada kasus ini, splinting bukan untuk “menyembuhkan”, melainkan sebagai upaya mempertahankan fungsi gigi jangka panjang.

 

Perawatan Setelah Splinting Gigi

Agar splinting bertahan lama dan gigi tetap sehat, perawatan setelah tindakan sangat penting:

  1. Sikat gigi perlahan dengan sikat berbulu lembut
  2. Menggunakan benang gigi khusus atau interdental brush untuk membersihkan sela gigi yang displinting
  3. Menghindari menggigit makanan keras di area gigi yang displinting
  4. Kontrol rutin ke dokter gigi sesuai jadwal

Kebersihan mulut yang buruk setelah splinting gigi justru bisa menyebabkan penumpukan plak baru dan memperparah kondisi gusi dan jaringan penyangga gigi. 

 

Kesimpulan

Gigi goyang tidak selalu harus dicabut. Dengan diagnosis yang tepat dan perawatan yang sesuai, splinting gigi dapat menjadi solusi efektif sebagai cara mengatasi gigi goyang, terutama pada kasus gigi goyang karena karang gigi atau pascatrauma. Melalui pengikatan gigi goyang yang tepat, fungsi kunyah dapat dipertahankan dan kenyamanan pasien meningkat. Jika mengalami gigi goyang, segera konsultasikan ke dokter gigi agar mendapatkan penanganan terbaik sebelum kondisi berkembang menjadi gigi goyang permanen.

 

Baca juga layanan dan artikel yang sesuai dengan kondisi Confi People:

atau, konsultasikan dengan dokter gigi profesional terdekat ConfiDental untuk lebih detail

 

Referensi:

  1. Barzilay, I. (2000). Splinting teeth — a review of methodology and clinical case reports. Journal (Canadian Dental Association), 66(8), 440–443. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11040528/
  2. Sinha, H., & Jaiswal, P. (2022). Splinting in periodontics: An update. Journal of Pharmaceutical Research International, 34(3A), 10–15. https://doi.org/10.9734/jpri/2022/v34i3A35381

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *