WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Sariawan atau stomatitis aphtosa adalah peradangan pada jaringan lunak di dalam mulut, termasuk bibir bagian dalam, pipi, gusi, lidah, atau langit-langit
Ilustrasi Sariawan

 

Sariawan atau stomatitis aphtosa adalah peradangan pada jaringan lunak di dalam mulut, termasuk bibir bagian dalam, pipi, gusi, lidah, atau langit-langit. Kondisi ini sering disertai luka kecil berwarna putih kekuningan yang terasa perih, terutama saat makan atau berbicara. Meski biasanya tidak berbahaya, sariawan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.

 

Nama lain: stomatitis, oral ulcer

Ciri utama: luka kecil di mulut, nyeri saat makan, sensasi perih atau terbakar

 

 

Penyebab

Beberapa faktor yang dapat memicu sariawan meliputi:

  1. Luka akibat tergigit, sikat gigi terlalu keras, atau kawat ortodonti
  2. Stres emosional
  3. Perubahan hormon (misal saat menstruasi)
  4. Reaksi alergi makanan, seperti kacang, coklat, dll.
  5. Defisiensi nutrisi: vitamin B kompleks, folat, zinc, zat besi
  6. Infeksi virus, terutama Herpes simplex
  7. Penurunan imunitas
  8. Penyakit sistemik seperti Crohn Disease, Behçet, HIV/AIDS.

 

Variasi

Jenis sariawan dapat dibedakan menjadi:

 

  1. Sariawan Minor

 

  1. Sariawan Mayor

 

  1. Stomatitis Herpetika

 

  1. Stomatitis Alergi

 

Komplikasi

Sariawan pada dasarnya ringan, namun dapat menimbulkan:

 

Gejala Umum

 

Pencegahan

 

Penanganan

 

Baca Juga Masalah yang terjadi pada Gigi dan Mulut lainnya:

 


Ditulis dan ditinjau secara medis oleh drg. Nurrachma Hakim, artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan bukan sebagai pengganti diagnosis atau perawatan profesional. ConfiDental sangat menyarankan Confi People untuk tidak menunda pencarian pertolongan medis; segera temui dokter gigi terdekat atau datangi klinik gigi terdekat untuk pemeriksaan fisik langsung jika keluhan berlanjut, atau hubungi tim kami melalui WhatsApp untuk mendapatkan arahan penanganan yang lebih tepat.


Referensi:

  1. Chiang, C.-P., Yu-Fong Chang, J., Wang, Y.-P., Wu, Y.-H., Wu, Y.-C., & Sun, A. (2019). Recurrent aphthous stomatitis – Etiology, serum autoantibodies, anemia, hematinic deficiencies, and management. Journal of the Formosan Medical Association, 118(9), 1279–1289. https://doi.org/10.1016/j.jfma.2018.10.023 
  2. Kumar, A. M., Ananthakrishnan, V., & Goturu, J. (2014). Etiology and pathophysiology of recurrent aphthous stomatitis: A review. International Journal of Current Research and Review, 6(10), 16–22.