
Sariawan atau stomatitis aphtosa adalah peradangan pada jaringan lunak di dalam mulut, termasuk bibir bagian dalam, pipi, gusi, lidah, atau langit-langit. Kondisi ini sering disertai luka kecil berwarna putih kekuningan yang terasa perih, terutama saat makan atau berbicara. Meski biasanya tidak berbahaya, sariawan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.
Nama lain: stomatitis, oral ulcer
Ciri utama: luka kecil di mulut, nyeri saat makan, sensasi perih atau terbakar
Penyebab
Beberapa faktor yang dapat memicu sariawan meliputi:
- Luka akibat tergigit, sikat gigi terlalu keras, atau kawat ortodonti
- Stres emosional
- Perubahan hormon (misal saat menstruasi)
- Reaksi alergi makanan, seperti kacang, coklat, dll.
- Defisiensi nutrisi: vitamin B kompleks, folat, zinc, zat besi
- Infeksi virus, terutama Herpes simplex
- Penurunan imunitas
- Penyakit sistemik seperti Crohn Disease, Behçet, HIV/AIDS.
Variasi
Jenis sariawan dapat dibedakan menjadi:
- Sariawan Minor
- Paling umum
- Ukuran kecil (0,5–1 cm)
- Sembuh 7–14 hari tanpa bekas
- Sariawan Mayor
- Luka yang berukuran lebih besar dan dalam
- Bisa berlangsung berminggu-minggu
- Dapat meninggalkan jaringan parut
- Stomatitis Herpetika
- Disebabkan infeksi virus herpes
- Luka berkelompok, sering disertai demam
- Sariawan ini dapat kambuh saat imunitas tubuh kita melemah.
- Stomatitis Alergi
- Dipicu oleh alergi makanan atau pasta gigi tertentu
- Biasanya disertai reaksi seperti bengkak atau iritasi
Komplikasi
Sariawan pada dasarnya ringan, namun dapat menimbulkan:
- Kesulitan makan dan minum
- Penurunan berat badan (pada sariawan yang berlangsung lama, dan tidak kunjung sembuh)
- Infeksi sekunder akibat luka terbuka
- Rasa tidak nyaman berkepanjangan
- Pada kondisi tertentu, dapat menjadi tanda penyakit serius.
Gejala Umum
- Luka kecil berwarna putih atau kuning
- Dasar luka berwarna merah terang
- Nyeri saat makan, minum, atau berbicara
- Sensasi terbakar sebelum luka muncul
- Kadang disertai demam atau badan lemas (jika sariawan disebabkan oleh infeksi virus)
Pencegahan
- Menjaga kebersihan mulut
- Menggunakan sikat gigi berbulu lembut
- Menghindari makanan pemicu iritasi (terlalu pedas, asam, panas)
- Rileks dan mengelola stres dengan baik
- Konsumsi vitamin B kompleks, zat besi, dan zinc sesuai kebutuhan dan rekomendasi dokter
- Minum cukup air 2L setiap harinya
Penanganan
- Obat kumur antiseptik (sesuai resep dokter gigi)
- Gel atau salep sariawan untuk mengurangi nyeri (sesuai resep dokter gigi)
- Kompres es pada area luka
- Konsumsi suplemen dan vitamin bila disebabkan kekurangan nutrisi
- Obat Antiviral (khusus herpes, sesuai resep dokter)
- Konsultasi ke dokter gigi jika sariawan berlangsung lebih dari 2 minggu atau sering kambuh.
Referensi:
- Chiang, C.-P., Yu-Fong Chang, J., Wang, Y.-P., Wu, Y.-H., Wu, Y.-C., & Sun, A. (2019). Recurrent aphthous stomatitis – Etiology, serum autoantibodies, anemia, hematinic deficiencies, and management. Journal of the Formosan Medical Association, 118(9), 1279–1289. https://doi.org/10.1016/j.jfma.2018.10.023
- Kumar, A. M., Ananthakrishnan, V., & Goturu, J. (2014). Etiology and pathophysiology of recurrent aphthous stomatitis: A review. International Journal of Current Research and Review, 6(10), 16–22.