
Gigi berlubang, atau karies gigi, adalah infeksi pada jaringan keras gigi akibat proses demineralisasi yang berlangsung terus-menerus. Proses ini terjadi ketika bakteri mengubah gula menjadi asam, lalu asam tersebut melunakkan email hingga akhirnya terbentuk lubang. Jika dibiarkan, karies akan meluas dan menembus lebih dalam ke dentin bahkan ke pulpa.
Nama lain: karies, dental caries, tooth decay, cavities.
Ciri utama: munculnya lubang kecil, sensitivitas, dan perubahan warna pada gigi.
Jika Anda merasakan ngilu, nyeri, atau melihat lubang kecil pada gigi, jangan tunda lagi! Gigi berlubang (karies) bisa berkembang cepat, menyebabkan infeksi, nyeri spontan, hingga pencabutan. Segera Ambil Langkah Pencegahan & Perawatan Terbaik:
Penyebab
Karies terjadi karena kombinasi beberapa faktor, yaitu:
- Plak, sisa makanan dan bakteri yang menempel pada permukaan gigi.
- Konsumsi gula berlebihan, terutama makanan manis dan lengket.
- Kebiasaan kebersihan gigi yang kurang baik, seperti jarang sikat gigi atau tidak memakai pasta gigi berfluoride.
- Produksi air liur yang rendah (mulut kering) karena kurangnya hidrasi.
- Bentukkan gigi dengan lekuk dalam, sehingga mudah terselip sisa makanan.
- Jarang kontrol dan rutin periksa ke dokter gigi untuk pembersihan dan pemeriksaan.
Variasi
Beberapa jenis karies yang umum terjadi:
| Jenis Karies Gigi | Penjelasan |
| Pit & Fissure yang Dalam | Lekukan alami pada permukaan kunyah gigi geraham yang sangat dalam. Bukan karies gigi, tetapi berisiko menjadi tempat penumpukan plak. |
| Karies Email | Tahap awal gigi berlubang yang hanya mengenai lapisan terluar gigi (email). |
| Karies Dentin | Lubang pada gigi yang sudah menembus email dan mencapai dentin. |
| Karies Akar Gigi | Terjadi saat gusi turun dan akar gigi terekspos, lalu mengalami karies. Umum pada lansia. |
| Karies Mencapai Pulpa | Karies gigi yang sudah sangat dalam hingga mengenai saraf (pulpa). |
| Karies Interproksimal | Gigi berlubang yang muncul di sela-sela gigi. Sering tidak terlihat secara kasat mata. |
Komplikasi
Jika karies gigi dibiarkan tanpa perawatan, kondisinya bisa berkembang menjadi berbagai masalah yang lebih serius. Awalnya mungkin hanya terasa ngilu sesekali, namun lama-kelamaan bisa berubah menjadi nyeri spontan yang muncul tanpa pemicu. Struktur gigi pun dapat melemah hingga akhirnya patah. Infeksi yang menjalar ke saraf dapat menyebabkan pulpitis, bahkan berkembang menjadi abses gigi yang menimbulkan bengkak dan rasa berdenyut. Kondisi ini juga sering memicu bau mulut, membuat aktivitas mengunyah terganggu, dan pada tahap paling parah, gigi bisa berlubang besar hingga harus dicabut.
Gejala
Tanda-tanda yang sering muncul:
- Lubang kecil hingga besar pada gigi
- Ngilu saat makan panas, dingin, atau manis
- Nyeri saat mengunyah
- Perubahan warna gigi
- Makanan mudah terselip
- Bau mulut
Pencegahan
Beberapa langkah penting untuk mencegah gigi berlubang:
- Sikat gigi 2x sehari dengan pasta gigi berfluoride
- Bersihkan sela gigi dengan dental floss
- Batasi makanan manis dan lengket
- Minum air putih yang cukup
- Pertimbangkan pit & fissure sealant jika lekukan gigi sangat dalam
- Rutin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan
Penanganan
Penanganan tergantung tingkat keparahan karies gigi:
- Aplikasi fluoride / varnish untuk karies tahap awal
- Penambalan (filling) ketika lubang sudah mencapai email atau dentin
- Perawatan saluran akar jika karies sudah mencapai pulpa
- Pencabutan gigi jika infeksi sudah meluas dan gigi tidak dapat dipertahankan
- Perawatan abses jika terjadi infeksi dan pembengkakan
Referensi
- Rathee, M., & Sapra, A. (2025). Dental caries. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551699
- ScienceDirect. (n.d.). Dental caries. In ScienceDirect Topics. https://www.sciencedirect.com/topics/pharmacology-toxicology-and-pharmaceutical-science/dental-caries