WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Abses gigi dan gusi adalah infeksi yang menyebabkan terbentuknya kantong berisi nanah di area gigi atau jaringan gusi. Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk ke jaringan gigi atau gusi melalui gigi berlubang atau karies, trauma, atau penyakit gusi
Ilustrasi Abses Gigi

 

Abses gigi dan gusi adalah infeksi yang menyebabkan terbentuknya kantong berisi nanah di area gigi atau jaringan gusi. Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk ke jaringan gigi atau gusi melalui gigi berlubang atau karies, trauma, atau penyakit gusi. Abses dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, hingga penyebaran infeksi jika tidak segera ditangani.

 

Nama lain: abses periapikal, abses gingiva, abses periodontal, abses perikoronal (tergantung sumber infeksi abses)

Ciri utama: nyeri berdenyut, bengkak, nanah, gusi merah, sensitif saat menggigit

 

 

Penyebab

  1. Gigi berlubang atau karies gigi dalam hingga mencapai saraf gigi
  2. Penyakit gusi (periodontitis) yang menyebabkan kantong periodontal
  3. Trauma gigi, misalnya retak atau patah yang sudah mencapai saraf gigi
  4. Tambalan bocor atau lama yang tidak rapat
  5. Penumpukan karang gigi pada area sulit dibersihkan dapat menyebabkan infeksi pada gusi
  6. Kebersihan mulut yang buruk
  7. Menurunnya imunitas pada penderita penyakit sistemik seperti diabetes yang tidak terkontrol.

 

Variasi

Abses periapikal terjadi ketika bakteri masuk ke dalam gigi melalui karies atau fraktur gigi hingga mencapai saraf gigi atau jaringan pulpa. Infeksi kemudian menyebar dari pulpa dan keluar melalui ujung akar gigi, sehingga menyebabkan peradangan dan pembentukan abses.

Abses gingiva disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada permukaan gigi (dalam bentuk plak) dan jaringan gusi. Bakteri dapat masuk ke dalam jaringan gusi apabila terjadi luka atau trauma, yang selanjutnya memicu terjadinya infeksi lokal pada gusi.

Abses periodontal merupakan infeksi pada jaringan pendukung gigi yang dapat menyebar ke jaringan sekitarnya, termasuk jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Kondisi ini berpotensi menyebabkan infeksi jaringan yang lebih luas apabila tidak ditangani dengan baik.

Abses perikoronal terjadi akibat infeksi bakteri di ruang antara gigi yang sedang tumbuh dan jaringan gusi di sekitarnya. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kebersihan mulut yang buruk serta penumpukan sisa makanan pada area gigi bungsu yang sedang tumbuh, yang pada akhirnya menyebabkan terbentuknya abses.

 

Komplikasi

Jika tidak segera ditangani, abses dapat menyebabkan:

 

Gejala Umum

 

Pencegahan

 

Penanganan

 

Referensi:

  1. Mady, M., ALMuhanna, K. H., Hamdi, B. A., ALJazi, A. A., AlSayoufi, M. A., Qurban, S. A., ALhamedi, R. A. (2022). Dental abscess literature review on diagnosis and management of dental abscess. Archives of Pharmacy Practice, 13(1), 108–110. https://doi.org/10.51847/5VqXBIyWQf
  2. Sanders, J. L., & Houck, R. C. (2023). Dental abscess. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493149/