WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Overbite adalah kondisi ketika gigi depan rahang atas menutupi sebagian gigi depan rahang bawah secara vertikal. Posisi gigi depan rahang atas sedikit maju (2-4 mm) adalah normal, namun jika penutupannya terlalu dalam (deep overbite), kondisi ini dapat memengaruhi fungsi mengunyah, estetika, dan kesehatan gigi secara keseluruhan
Ilustrasi Gigi Overbite

 

Overbite adalah kondisi ketika gigi depan rahang atas menutupi sebagian gigi depan rahang bawah secara vertikal. Posisi gigi depan rahang atas sedikit maju (2-4 mm) adalah normal, namun jika penutupannya terlalu dalam (deep overbite), kondisi ini dapat memengaruhi fungsi mengunyah, estetika, dan kesehatan gigi secara keseluruhan.

 

Nama lain: deep bite, excess overbite, gigi maju vertikal

Ciri utama: gigi atas terlalu menutupi gigi bawah, senyum tampak “tertutup”, kadang rahang bawah tampak mundur

 

 

Penyebab

  1. Faktor genetik: ukuran rahang atas dan bawah tidak proporsional
  2. Kebiasaan masa kecil: seperti mengisap jempol, dot, atau tongue thrusting (kondisi dimana lidah mendorong ke depan atau ke samping secara tidak normal saat menelan, berbicara, dan terkadang saat istirahat)
  3. Pertumbuhan rahang tidak seimbang: rahang atas terlalu maju atau rahang bawah terlalu kecil
  4. Maloklusi Kelas II (gigi atas tampak lebih maju).

 

Variasi

 

Komplikasi

Jika overbite tidak segera dirawat, dapat terjadi:

 

Gejala Umum

 

Pencegahan

 

Penanganan

Pilihan perawatan untuk overbite dapat disesuaikan tergantung usia dan tingkat keparahan kasus:

 

Referensi:

  1. Daokar, S., & Agrawal, G. (2016). Deep bite: Its etiology, diagnosis and management — A review. Journal of Orthodontics & Endodontics, 2(4), 12. https://doi.org/10.21767/2469‑2980.100029 
  2. Ghafari, J. G., Macari, A. T., & Haddad, R. V. (2013). Deep bite: Treatment options and challenges. Seminars in Orthodontics, 19(4), 291–302. https://doi.org/10.1053/j.sodo.2013.07.005
  3. Yuvaraj, S., & Kumar, N. (2020). Deep bite – etiology, diagnosis and management: A review. International Journal for Research Trends and Innovation, 5(2). Retrieved from https://ijrti.org/papers/IJRTI2002031.pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *