WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Kenali tahapan karies gigi, penyebab, faktor risikonya, serta cara mencegah dan menangani karies sejak dini dengan perawatan yang tepat di ConfiDental
Tahapan Karies Gigi

 

Banyak orang mengira karies gigi atau gigi berlubang terjadi tiba-tiba setelah mengonsumsi makanan manis. Padahal, karies merupakan proses penyakit yang berlangsung secara perlahan dan bertahap.

Ketika bakteri dalam plak memanfaatkan karbohidrat yang dikonsumsi, terbentuk asam yang dapat menyebabkan mineral gigi larut. Jika proses ini terjadi berulang kali dan tidak diimbangi dengan remineralisasi, karies dapat berkembang dari perubahan awal pada email hingga terbentuknya lubang gigi.

Menariknya, karies gigi tidak selalu langsung menyebabkan lubang. Pada tahap awal, perubahan akibat karies masih dapat dikendalikan dan berpotensi mengalami remineralisasi. Sayangnya, karies tahap awal sering tidak menimbulkan rasa sakit sehingga banyak orang baru memeriksakan gigi ketika sudah muncul lubang, ngilu, atau nyeri.

Lalu, apa saja penyebab karies gigi, bagaimana stadium karies gigi berkembang, dan apakah setiap gigi berlubang harus ditambal?

Yuk, kenali selengkapnya bersama tim dokter gigi ConfiDental.

 

Apa Itu Karies Gigi?

Karies gigi adalah proses penyakit yang menyebabkan hilangnya mineral pada jaringan keras gigi secara bertahap. Kondisi ini dipicu oleh aktivitas bakteri di dalam mulut yang memfermentasi karbohidrat sisa makanan menjadi asam.

Ketika proses tersebut berlangsung berulang kali dan tidak ditangani, struktur gigi dapat semakin kehilangan mineral hingga akhirnya terbentuk lubang.

Bagaimana Karies Gigi Terjadi?

Di dalam rongga mulut terdapat berbagai jenis bakteri, salah satunya Streptococcus mutans. Ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat yang dapat difermentasi, mikroorganisme dalam biofilm atau plak dapat menghasilkan asam.

Asam tersebut menurunkan pH di sekitar permukaan gigi sehingga mineral seperti kalsium dan fosfat dapat larut. Proses ini disebut demineralisasi.

Di sisi lain, air liur membantu menetralkan asam dan menyediakan mineral yang mendukung remineralisasi, yaitu proses pengembalian mineral ke struktur gigi.

Jika proses demineralisasi lebih sering terjadi dibandingkan remineralisasi, kehilangan mineral dapat berlanjut hingga menyebabkan kerusakan struktur gigi dan terbentuknya lubang.

Secara sederhana:

Biofilm + karbohidrat yang dapat difermentasi → asam → demineralisasi → kehilangan struktur gigi → lubang gigi.

Karena proses tersebut terjadi berulang kali, karies tidak muncul hanya karena satu kali mengonsumsi makanan manis. Frekuensi paparan gula, kebersihan mulut, paparan fluoride, kondisi saliva, anatomi gigi, dan berbagai faktor lainnya turut menentukan risiko karies.

 

Tahapan Karies Gigi

Stadium karies gigi dapat berkembang secara bertahap, mulai dari perubahan mineral pada email hingga mencapai jaringan pulpa. Semakin dini karies ditemukan, semakin sederhana pilihan perawatannya.

1. Lesi Awal atau White Spot Lesion

Tahap awal karies dapat terlihat sebagai bercak putih seperti kapur atau white spot lesion pada permukaan gigi.

Pada kondisi ini, terjadi kehilangan mineral pada email, tetapi permukaan gigi belum membentuk lubang.

Apakah terasa sakit? Biasanya tidak.

Karena itu, karies tahap awal sering tidak disadari. Lesi karies nonkavitasi masih dapat dikendalikan dan mengalami remineralisasi jika kondisi mulut mendukung.

Dokter gigi dapat merekomendasikan:

Tidak semua lesi awal membutuhkan tambal gigi karies.

2. Karies pada Email

Jika kehilangan mineral terus berlanjut, email dapat mengalami kerusakan hingga terbentuk lubang kecil.

Pada tahap ini, keluhan mungkin belum terasa. Namun, lubang dapat membuat area gigi lebih sulit dibersihkan sehingga karies berpotensi berkembang lebih jauh.

Ketika sudah terbentuk kavitas, dokter gigi dapat merekomendasikan restorasi atau penambalan untuk menghentikan perkembangan karies dan mengembalikan struktur gigi.

3. Karies Mencapai Dentin

Karies yang menembus email hingga mencapai dentin dapat membuat gigi lebih sensitif terhadap rangsangan tertentu.

Dentin memiliki saluran mikroskopis atau tubulus yang terhubung dengan jaringan pulpa. Ketika dentin terbuka, perubahan suhu maupun rangsangan kimia dapat menstimulasi saraf dan menimbulkan rasa ngilu.

Gejala yang dapat muncul antara lain:

Jika lubang sudah mencapai dentin, dokter gigi umumnya akan mempertimbangkan perawatan restoratif atau penambalan gigi untuk menghentikan perkembangan karies serta mengembalikan struktur dan fungsi gigi.

4. Karies Mendekati atau Mencapai Pulpa

Jika karies semakin dalam, jaringan pulpa yang berada di bagian tengah gigi dapat mengalami peradangan atau infeksi.

Gejalanya dapat berupa:

Namun, gejala saja tidak cukup untuk menentukan kondisi pulpa. Dokter gigi perlu melakukan pemeriksaan klinis, tes pulpa, dan pemeriksaan radiografis jika diperlukan.

Jika pulpa mengalami kondisi yang tidak dapat pulih atau sudah terinfeksi, perawatan saluran akar (PSA) dapat menjadi pilihan untuk mempertahankan gigi.

Jika gigi sudah tidak dapat dipertahankan secara restoratif, pencabutan dapat dipertimbangkan. Gigi yang dicabut kemudian dapat digantikan dengan gigi palsu atau implan gigi sesuai kondisi pasien.

Jadi, gigi berlubang tidak otomatis harus dicabut. Selama gigi masih dapat dipertahankan dengan prognosis yang baik, dokter akan mempertimbangkan pilihan perawatan untuk mempertahankan gigi asli.

 

Apa Saja Penyebab Karies Gigi?

Karies terjadi akibat interaksi kompleks antara gigi, bakteri, makanan, dan waktu. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko karies meliputi:

1. Pola Makan Tinggi Gula

Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis berulang kali dapat meningkatkan risiko karies.

Gula yang dikonsumsi dapat dimanfaatkan bakteri dalam plak untuk menghasilkan asam. Karena itu, bukan hanya jumlah gula, tetapi juga frekuensi paparan gula yang perlu diperhatikan.

2. Kebersihan Mulut yang Kurang Baik

Plak yang tidak dibersihkan dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme yang berperan dalam proses karies.

Menyikat gigi secara teratur dengan pasta gigi berfluoride membantu mengendalikan plak sekaligus memberikan perlindungan fluoride pada permukaan gigi.

Menyikat gigi sebelum tidur juga penting karena membantu mempertahankan paparan fluoride selama periode tidur.

3. Kurangnya Paparan Fluoride

Fluoride membantu meningkatkan ketahanan gigi terhadap demineralisasi dan mendukung remineralisasi.

Karena itu, penggunaan pasta gigi berfluoride merupakan salah satu bagian penting dalam pencegahan karies gigi.

Pada individu dengan risiko karies tinggi, dokter gigi dapat mempertimbangkan pemberian fluoride topikal sesuai kebutuhan.

4. Kondisi Saliva

Air liur membantu membersihkan sisa makanan, menetralkan asam, serta menyediakan mineral yang mendukung remineralisasi.

Kondisi mulut kering atau xerostomia dapat meningkatkan risiko karies karena fungsi perlindungan saliva berkurang.

5. Bentuk dan Anatomi Gigi

Permukaan kunyah, terutama pada gigi geraham, memiliki lekukan dan ceruk yang disebut pit dan fisur. Area tersebut dapat menjadi tempat menumpuknya plak dan sisa makanan serta lebih sulit dibersihkan.

Pada individu dengan risiko karies tinggi dan fisur yang dalam, dokter gigi dapat mempertimbangkan fissure sealant untuk membantu melindungi area tersebut.

 

Cara Mencegah Karies Gigi Sejak Dini

Tidak ada satu cara yang dapat menjamin seseorang terbebas dari karies sepanjang hidup. Namun, risiko karies dapat dikendalikan melalui kombinasi kebiasaan sehari-hari dan perawatan profesional.

1. Sikat Gigi Dua Kali Sehari dengan Pasta Gigi Berfluoride

Menyikat gigi dua kali sehari, terutama sebelum tidur, membantu mengendalikan plak dan memberikan paparan fluoride pada gigi.

Untuk anak-anak, jumlah pasta gigi dan konsentrasi fluoride perlu disesuaikan dengan usia serta rekomendasi dokter gigi.

2. Kurangi Frekuensi Makanan dan Minuman Manis

Bukan berarti semua makanan manis harus dihindari. Yang penting adalah mengurangi frekuensi paparan gula dan menghindari kebiasaan ngemil atau menyeruput minuman manis berkali-kali sepanjang hari.

Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk minuman sehari-hari.

3. Bersihkan Sela-Sela Gigi

Sikat gigi tidak selalu dapat membersihkan seluruh permukaan di antara gigi. Gunakan dental floss atau alat pembersih interdental sesuai kebutuhan.

4. Lakukan Fluoride Treatment Sesuai Indikasi

Pada pasien dengan risiko karies tertentu, dokter gigi dapat memberikan fluoride topikal, seperti fluoride varnish.

Kebutuhan dan frekuensi perawatan ditentukan berdasarkan tingkat risiko karies masing-masing pasien.

5. Pertimbangkan Fissure Sealant

Fissure sealant diaplikasikan pada pit dan fisur gigi, terutama permukaan kunyah gigi geraham, untuk membantu melindungi area yang sulit dibersihkan.

6. Periksa Gigi Secara Berkala

Karies tahap awal sering tidak menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan rutin membantu dokter gigi mendeteksi perubahan pada gigi sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.

 

Apakah Gigi Berlubang Selalu Harus Ditambal?

Tidak selalu.

Jika karies masih berada pada tahap awal dan belum membentuk lubang, pendekatan nonrestoratif seperti pengendalian plak, penggunaan fluoride, pengaturan konsumsi gula, dan pemantauan dapat menjadi pilihan.

Namun, ketika sudah terbentuk lubang, dokter gigi dapat merekomendasikan restorasi atau tambal gigi karies.

Semakin dalam karies berkembang, semakin kompleks kemungkinan perawatannya. Karena itu, jangan menunggu sampai gigi sakit untuk melakukan pemeriksaan.

 

Kapan Karies Membutuhkan Perawatan Saluran Akar?

Perawatan saluran akar tidak dilakukan hanya karena gigi memiliki lubang. PSA dipertimbangkan ketika jaringan pulpa mengalami kondisi yang tidak dapat pulih atau sudah mengalami infeksi, tetapi gigi masih dapat dipertahankan.

Beberapa tanda yang dapat mengarah pada masalah pulpa antara lain:

Namun, gejala tersebut tidak dapat digunakan sebagai diagnosis tunggal. Dokter gigi perlu melakukan pemeriksaan klinis, tes pulpa, serta pemeriksaan radiografi jika diperlukan.

 

Karies Gigi pada Anak: Mengapa Perlu Dicegah Sejak Dini?

Karies gigi pada anak juga perlu mendapatkan perhatian karena gigi sulung tetap memiliki peran penting dalam tumbuh kembang dan fungsi anak.

Pencegahan dapat dilakukan dengan:

Jika ditemukan tanda awal karies, pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menentukan apakah diperlukan tindakan pencegahan atau perawatan.

 

Cegah Karies Bersama ConfiDental

Mencegah karies bukan hanya tentang menunggu sampai gigi terasa sakit. Pemeriksaan rutin dapat membantu mengevaluasi kondisi gigi dan menentukan perawatan yang sesuai.

Di ConfiDental, pilihan perawatan dapat meliputi:

Layanan ConfiDental tersedia di Malang, Tulungagung, Pasuruan, Madiun, dan Probolinggo.

Pilih cabang ConfiDental yang paling mudah dijangkau dan lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi gigi secara langsung.

 

Kesimpulan

Karies gigi merupakan proses penyakit yang berkembang secara bertahap akibat interaksi antara bakteri, karbohidrat yang dapat difermentasi, kondisi gigi, dan waktu. Karies dapat dimulai dari perubahan mineral pada email hingga berkembang menjadi lubang dan mencapai jaringan pulpa.

Semakin dini karies ditemukan, semakin besar peluang untuk mengendalikan perkembangannya dengan perawatan yang lebih sederhana. Karena itu, pencegahan karies gigi melalui menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride, membatasi frekuensi konsumsi gula, membersihkan sela-sela gigi, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala sangat penting.

Jangan menunggu sampai gigi terasa sakit. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menjaga gigi tetap sehat dan mempertahankan gigi asli selama masih memungkinkan.

 

Baca Juga:

 

Referensi:

  1. Rathee, M., & Sapra, A. (2023, June 21). Dental caries. In StatPearls. StatPearls Publishing.
  2. S, A., & P, B. (2022). Dental cavity: A comprehensive review. International Journal of Research in Pharmaceutical and Natural Sciences, 11(4), 221–228.
  3. Warreth, A. (2023). Dental Caries and Its Management. International Journal of Dentistry, 2023, 9365845.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *