
Apa Perbedaan Plak dengan Karang Gigi (Tartar)?
Banyak orang masih mengira bahwa plak dan karang gigi itu sama, padahal keduanya berbeda, Confi People.
Plak adalah lapisan tipis dan lengket yang terbentuk dari sisa makanan dan bakteri di permukaan gigi. Plak hitam pada gigi bisa muncul jika kebersihan mulut tidak terjaga, tapi pada tahap awal masih bisa dihilangkan dengan sikat gigi dan flossing secara rutin.
Namun, kalau plak tidak dibersihkan selama lebih dari 2 hari, lama-kelamaan akan mengeras menjadi karang gigi (tartar atau kalkulus). Karang gigi ini menempel kuat di sela gigi dan garis gusi, dan tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi biasa.
Mengapa Karang Gigi Bisa Berwarna Hitam?
Awalnya, karang gigi berwarna putih kekuningan atau kecoklatan. Tapi seiring waktu, warnanya bisa berubah menjadi hitam karena beberapa faktor, seperti:
- Penumpukan plak yang lama dan teroksidasi oleh air liur.
- Paparan zat pewarna dari kopi, teh, atau rokok.
- Campuran darah dari gusi yang meradang (gingivitis) yang mengendap.
- Akumulasi mineral dari air liur yang membuat karang semakin keras dan gelap.
Jadi, karang gigi hitam bukan hanya masalah estetika, tapi juga tanda adanya penumpukan yang sudah cukup lama dan mungkin disertai peradangan pada gusi.
Penyebab Utama Timbulnya Karang Gigi Hitam
Berikut beberapa kebiasaan yang bisa memicu penyebab karang gigi hitam, antara lain:
- Jarang menyikat gigi atau teknik menyikat gigi yang belum tepat.
- Tidak menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela.
- Terlalu sering mengonsumsi kopi, teh, atau makanan berwarna pekat.
- Kebiasaan merokok.
- Tidak melakukan scaling rutin setiap enam bulan sekali.
Kalau dibiarkan, karang gigi bisa semakin tebal dan menimbulkan noda hitam di gigi depan yang sulit dihilangkan bahkan bisa membuat permukaan gigi tampak keropos. Dalam beberapa kasus, tambal gigi depan keropos hitam mungkin diperlukan untuk memperbaiki tampilannya.
Bahaya Karang Gigi Hitam Jika Dibiarkan
Karang gigi hitam bukan hanya merusak penampilan, tapi juga bisa menyebabkan:
- Bau mulut yang menetap (halitosis).
- Gusi mudah berdarah dan membengkak.
- Gigi terasa longgar karena penyangganya rusak.
- Risiko infeksi gusi hingga tulang rahang.
- Kehilangan gigi permanen jika infeksi sudah parah.
Dengan kata lain, plak hitam pada gigi bisa menjadi awal dari masalah yang lebih serius jika tidak segera dibersihkan.
Mengapa Scaling Adalah Satu-satunya Cara Efektif?
Mungkin kamu pernah mendengar berbagai cara menghilangkan noda hitam pada gigi menggunakan bahan alami seperti baking soda atau arang aktif. Sayangnya, metode ini hanya membersihkan permukaan gigi, bukan karang yang sudah mengeras.
Satu-satunya cara efektif adalah scaling gigi oleh dokter gigi profesional. Prosedur ini menggunakan alat ultrasonik yang bergetar untuk memecah dan mengangkat karang tanpa merusak email gigi. Setelah scaling, dokter akan melakukan polishing untuk menghaluskan permukaan gigi agar plak baru tidak mudah menempel.
Untuk hasil maksimal, scaling sebaiknya dilakukan setiap enam bulan sekali atau lebih sering jika kamu sering minum kopi, teh, atau merokok.
Tips Mencegah Karang Gigi Hitam Datang Kembali
Agar karang gigi tidak cepat terbentuk kembali, Confi People bisa lakukan langkah-langkah sederhana berikut:
- Menyikat gigi dua kali sehari selama minimal dua menit.
- Menggunakan benang gigi setiap hari untuk membersihkan sela.
- Berkumur dengan mouthwash antiseptik sesuai anjuran dokter.
- Membatasi konsumsi minuman berwarna pekat.
- Melakukan scaling dan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali.
Kebiasaan kecil ini bisa membantu mencegah terbentuknya plak baru dan menjaga warna alami gigi tetap cerah.
Kesimpulan
Karang gigi hitam di sela gigi bukan hanya gangguan estetika, tapi tanda adanya masalah kesehatan mulut yang perlu segera ditangani. Membersihkan sendiri di rumah tidak akan efektif, karena karang yang sudah mengeras hanya bisa diangkat lewat scaling profesional.
Menjaga kebersihan mulut, rutin scaling, dan memperhatikan perubahan warna gigi bisa membantu mencegah terbentuknya plak hitam pada gigi serta menjaga senyummu tetap sehat dan percaya diri.
Referensi
- Janjua, U., Bahia, G., & Barry, S. (2022). Black staining: An overview for the general dental practitioner. British Dental Journal, 232(12), 857–860. https://doi.org/10.1038/s41415-022-4345-0
- Al-Shareef, A., González-Martínez, R., Cortell-Ballester, I., Jovani-Sancho, M., Sheth, C. C., & Veses, V. (2025). Current perspective on dental black stain of bacterial origin: A narrative review. European Journal of Oral Sciences, 133(3), e70007. https://doi.org/10.1111/eos.70007