
Benjolan di Bibir yang Tidak Sakit, Apakah Normal?
Benjolan di bibir yang tidak kunjung hilang sering dianggap sepele. Apalagi jika termasuk benjolan di mulut tidak sakit, banyak orang mengira itu hanya sariawan atau luka kecil akibat tergigit.
Padahal, dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bisa merupakan mucocele atau mukokel, yaitu benjolan jinak yang berasal dari kista kelenjar air liur. Meski tidak berbahaya, mucocele tetap perlu ditangani dengan tepat agar tidak kambuh berulang dan mengganggu kenyamanan mulut.
Apa Itu Mucocele (Mukokel) dan Perbedaannya dengan Sariawan?
Mucocele, yang juga dikenal sebagai mukokel, adalah kista jinak atau benjolan yang berisi cairan mukus (air liur) yang terbentuk akibat sumbatan atau robekan pada kelenjar air liur minor. Mucocele paling sering muncul sebagai benjolan di bibir bawah, namun juga dapat ditemukan di pipi bagian dalam atau dasar mulut.
Secara tampilan, mucocele memiliki ciri khas berupa benjolan bulat, lunak, berwarna bening hingga kebiruan, dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Inilah yang sering membuatnya disangka sariawan.
Perbedaan utama dengan sariawan:
- Mucocele / Mukokel
Tidak nyeri, berisi cairan, tampak bening atau kebiruan, dan cenderung menetap. - Sariawan
Nyeri dan perih, permukaan cekung dengan dasar putih kekuningan, serta biasanya sembuh dalam 7–14 hari.
Jika benjolan di bibir tidak kunjung hilang lebih dari 2 minggu dan tidak terasa sakit, besar kemungkinan itu adalah mucocele.
Penyebab Munculnya Mucocele
1. Trauma Mekanis (Gigitan Bibir)
Penyebab paling umum mucocele adalah kebiasaan menggigit bibir bawah, baik disadari maupun tidak. Trauma berulang ini dapat merusak saluran kelenjar air liur, sehingga air liur terperangkap di jaringan sekitar dan membentuk mukokel.
2. Gesekan Kawat Gigi atau Gigi Tajam
Selain gigitan, gesekan berulang dari kawat gigi, tepi gigi yang tajam, atau benturan fisik pada area mulut, juga dapat memicu kerusakan kelenjar air liur minor dan memunculkan mucocele.
Apakah Mucocele Bisa Hilang Sendiri?
Mucocele berukuran kecil memang bisa pecah dan tampak mengempis. Namun, hal ini bukan solusi permanen. Jika jaringan kelenjar air liur yang rusak tidak ditangani, mucocele sangat mudah muncul kembali di lokasi yang sama.
Memecahkan mucocele secara sengaja tidak dianjurkan karena dapat:
- Memicu infeksi sekunder (Infeksi yang muncul setelah luka atau benjolan terbuka)
- Menyebabkan peradangan jaringan sekitar
- Menimbulkan jaringan parut
- Membuat mucocele kambuh dengan ukuran lebih besar
Karena itu, memahami cara mengobati mucocele yang tepat sangat penting untuk mencegah kekambuhan.
Cara Mengobati Mucocele: Prosedur Medis yang Aman
Penanganan paling efektif untuk mucocele yang menetap atau sering kambuh adalah operasi mucocele dengan metode eksisi (pengangkatan). Prosedur ini dilakukan oleh dokter gigi dengan bius lokal, sehingga pasien tetap nyaman dan tidak merasakan nyeri berarti.
Dalam prosedur eksisi, dokter akan:
- Mengangkat mucocele secara menyeluruh
- Mengangkat kelenjar air liur minor yang bermasalah
- Menjahit area luka kecil untuk mempercepat penyembuhan
Selain operasi mucocele, beberapa metode alternatif dapat dipertimbangkan pada kasus tertentu, seperti:
- Mikro-marsupialisasi, yaitu tindakan kecil dengan membuat saluran kecil agar cairan mucocele dapat keluar.
- Ablasi laser, yaitu penghancuran jaringan mucocele menggunakan sinar laser.
- Bedah beku (krioterapi), yaitu penghancuran jaringan dengan suhu sangat dingin.
- Injeksi intralesi, yaitu penyuntikan obat langsung ke dalam lesi atau benjolan.
Namun, untuk mucocele yang sering kambuh atau berukuran besar, operasi mucocele tetap menjadi pilihan paling efektif dan direkomendasikan secara klinis.
Perawatan Setelah Operasi Mucocele
Setelah menjalani operasi mucocele, pasien disarankan untuk:
- Mengonsumsi makanan lunak sementara waktu
- Menjaga kebersihan area jahitan sesuai instruksi dokter
- Menghindari kebiasaan menggigit bibir
- Datang kontrol sesuai jadwal
Dengan perawatan yang baik, penyembuhan biasanya berlangsung cepat dan risiko kekambuhan mucocele dapat diminimalkan.
Berapa Biaya Operasi Mucocele?
Biaya operasi mucocele dapat bervariasi pada setiap pasien karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti ukuran dan lokasi mucocele, tingkat kesulitan tindakan, serta metode perawatan yang digunakan. Oleh karena itu, untuk mengetahui estimasi biaya operasi mucocele secara lebih akurat, konsultasi dan pemeriksaan langsung oleh dokter gigi sangat dianjurkan agar rencana perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Kesimpulan
Mucocele atau mukokel adalah benjolan jinak di rongga mulut yang sering disalahartikan sebagai sariawan karena tampak sepele dan termasuk benjolan di mulut tidak sakit. Meski tidak berbahaya, mucocele dapat kambuh berulang jika tidak ditangani dengan benar.
Pemeriksaan ke dokter gigi sangat penting untuk memastikan diagnosis dan menentukan cara mengobati mucocele yang paling tepat. Operasi mucocele dengan teknik eksisi merupakan solusi yang aman, efektif, dan minim nyeri untuk mencegah kekambuhan serta menjaga kesehatan jaringan mulut dalam jangka panjang.
Baca juga layanan dan artikel yang sesuai dengan kondisi Confi People:
- Prostodontik
- Implan Gigi
- Impaksi Gigi
- Odontektomi: Prosedur Cabut Gigi Bungsu yang Aman dan Nyaman
- Cabut Gigi saat Hamil: Amankah? Tips Perawatan Gigi untuk Ibu Hamil
- Tanam Gigi: Harga Implan Gigi Permanen & Risikonya
atau, konsultasikan dengan dokter gigi profesional terdekat ConfiDental untuk lebih detail
Referensi
- Huzaifa, M., & Soni, A. (2023). Mucocele and ranula. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560855/
- More, C. B., Bhavsar, K., Varma, S., & Tailor, M. (2014). Oral mucocele: A clinical and histopathological study. Journal of Oral and Maxillofacial Pathology, 18(Suppl. 1), S72–S77. https://doi.org/10.4103/0973-029X.141370