
Menyikat gigi dua kali sehari merupakan bagian penting dari menjaga kebersihan gigi. Namun, bulu sikat gigi tidak selalu dapat menjangkau seluruh permukaan gigi khususnya di sela-sela antara dua gigi.
Di sinilah benang gigi atau dental floss dapat membantu. Benang gigi digunakan untuk membersihkan sela gigi dari sisa makanan dan plak yang sulit dijangkau oleh sikat gigi. Membersihkan sela gigi secara rutin juga membantu menjaga kesehatan gusi dan mengurangi penumpukan plak.
Namun, flossing perlu dilakukan dengan teknik yang tepat. Jika benang ditekan terlalu keras ke gusi, jaringan gusi justru dapat terluka atau berdarah.
Lalu, bagaimana cara menggunakan benang gigi yang benar? Confi People dapat menyimak artikel di bawah ini!
Apa Fungsi Benang Gigi?
Benang gigi merupakan salah satu alat untuk membersihkan area di antara gigi. Penggunaannya dapat melengkapi kebiasaan menyikat gigi, bukan menggantikannya.
American Dental Association (ADA) merekomendasikan pembersihan sela gigi setiap hari menggunakan benang gigi atau sikat interdental yang sesuai dengan kondisi mulut.
Benang gigi dapat menjangkau dan membersihkan sela gigi secara optimal. Sikat gigi efektif membersihkan permukaan gigi yang dapat dijangkau bulu sikat. Namun, ruang sempit di antara dua gigi dapat lebih sulit dibersihkan.
Plak yang tertinggal di sela gigi dapat mengiritasi gusi dan berkontribusi terhadap masalah gusi seperti peradangan gusi (gingivitis) dan gigi berlubang. Benang gigi membantu membersihkan plak dan sisa makanan dari area tersebut.
Oleh karena itu, flossing sebaiknya dilakukan sebagai bagian dari rutinitas kebersihan gigi, bersama dengan menyikat gigi menggunakan pasta gigi berfluoride.
Plak Lunak Berbeda dengan Karang Gigi
Saat kita menggunakan benang gigi, kita sedang membersihkan plak lunak dan sisa makanan dari sela gigi. Hal ini yang sering disalah pahami, karena benang gigi tidak dapat menghilangkan karang gigi yang sudah mengeras.
Plak yang tidak dibersihkan dapat mengalami mineralisasi dan berubah menjadi karang gigi atau kalkulus yang mengeras. Karang gigi yang sudah terbentuk membutuhkan pembersihan profesional berupa scaling oleh dokter gigi.
Jadi, flossing bukan pengganti scaling ya, kebiasaan ini membantu mencegah penumpukan plak supaya tidak terbentuk karang gigi.
Cara Memakai Benang Gigi
Flossing sebenarnya tidak rumit. Yang terpenting adalah melakukannya secara perlahan dan memastikan kedua sisi gigi dibersihkan. Confi People dapat mengikuti langkah berikut ini ya:
- Masukkan Perlahan dan Ikuti Kontur Tiap Gigi
Pertama, Confi People dapat menggunakan benang gigi sepanjang kurang lebih 30-45 cm atau sepanjang lengan bawah tanganmu, agar tersedia benang yang cukup untuk berpindah dari satu sela ke sela gigi lainnya.
Kemudian:
- Lilitkan sebagian besar benang pada jari tengah kedua tangan.
- Sisakan sekitar 3-4 cm benang yang tegang di antara kedua tangan.
- Pegang benang menggunakan ibu jari dan telunjuk.
- Masukkan benang secara perlahan di antara dua gigi.
- Jangan memaksa benang masuk ke arah gusi.
Jika sela gigi terasa sangat rapat, gerakkan benang secara perlahan dengan gerakan kecil sampai melewati titik kontak gigi.
Tujuannya bukan memasukkan benang secepat mungkin, tetapi mencapai area sela gigi tanpa melukai gusi.
- Bersihkan Kedua Sisi Sela
Setelah benang berada di antara dua gigi, jangan hanya menggerakkannya lurus naik-turun di tengah sela. Ikuti permukaan salah satu gigi. Kemudian gerakkan perlahan naik dan turun pada sisi gigi tersebut, termasuk mendekati garis gusi.
Setelah satu sisi selesai, arahkan benang mengikuti permukaan gigi sebelahnya dan ulangi gerakan yang sama.
Dengan demikian, kedua sisi gigi pada sela gigi dapat dibersihkan optimal. Ikuti kontur gigi dan bersihkan area di dekat garis gusi tanpa menekan ke area gusi secara berlebihan agar gusi tidak terluka atau berdarah.
Lakukan semua langkah di atas pada semua sela gigi, agar sisa makanan dan plak dapat dibersihkan dengan optimal.
Seberapa Sering Harus Flossing?
Membersihkan sela gigi sebaiknya dilakukan setiap hari. Namun, waktu terbaik adalah saat kamu konsisten melakukannya. Sebagian orang memilih flossing di malam hari sebelum tidur, sementara yang lain lebih suka melakukannya setelah makan siang, saat ada sisa makanan yang terselip di sela gigi.
ADA menyebutkan bahwa flossing atau pembersihan sela gigi dapat dilakukan sebelum maupun sesudah menyikat gigi, selama seluruh area dibersihkan dengan baik.
Untuk rutinitas sederhana, Confi People bisa mencoba urutan berikut ini:
Flossing → sikat gigi → berkumur → selesai.
Yang lebih penting daripada memilih waktu tertentu adalah menjadikannya kebiasaan rutin setiap hari.
Memilih Benang Sesuai Kondisi Mulut
Tidak semua orang memiliki kondisi gigi dan kebutuhan pembersihan sela yang sama. Benang gigi merupakan pilihan yang baik terutama untuk sela gigi yang sempit atau rapat. Namun, pada kondisi tertentu, alat pembersih interdental lain dapat lebih sesuai.
Gigi yang rapat atau bertumpuk, gigi tiruan jembatan (dental bridge), dan pasien dengan behel gigi memerlukan pertimbangan yang berbeda:
- Jika gigi kamu rapat atau saling bertumpuk, benang gigi dapat membantu mencapai area yang sulit dijangkau sikat gigi.
- Jika kamu menggunakan gigi tiruan jembatan (dental bridge) atau behel, kamu memerlukan alat tambahan seperti floss threader atau jenis pembersih interdental khusus agar dapat membersihkan area di bawah pontik dan sekitar kawat atau bracket dengan lebih efektif.
- Untuk orang dengan celah gigi yang lebih terbuka, kondisi periodontal tertentu, atau keterbatasan gerakan tangan, interdental brush dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai daripada benang gigi. Pemilihan alat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan berdasarkan rekomendasi dokter gigi.
Jadi, tidak perlu memaksakan diri menggunakan benang gigi jika alat lain lebih sesuai untuk kondisi mulutmu.
Jika Gusi Berdarah Saat Flossing
Gusi berdarah saat mulai flossing memang dapat membuat khawatir. Namun, perdarahan pada gusi tidak selalu berarti benang gigi melukai gusi. Gusi yang mengalami peradangan akibat penumpukan plak juga dapat mudah berdarah ketika dibersihkan. Perdarahan saat menyikat atau membersihkan sela gigi merupakan salah satu tanda yang dapat muncul saat gusi kamu mengalami peradangan.
Perbaiki teknik flossing kamu, saat perdarahan gusi menetap, maka Confi People perlu pemeriksaan ke dokter gigi. Pertama, periksa kembali teknikmu. Jangan memaksakan atau menekan benang ke arah gusi dengan berlebihan. Masukkan secara perlahan, kemudian ikuti permukaan gigi dan gerakkan dengan lembut.
Jika baru mulai flossing, gusi yang sedang meradang dapat mengalami sedikit perdarahan. Dengan kebersihan mulut yang lebih baik dan teknik yang tepat, kondisi tersebut dapat membaik.
Namun, perdarahan yang terus terjadi atau disertai gusi merah, bengkak, nyeri, atau bau mulut sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah gusi yang membutuhkan pemeriksaan dokter gigi.
Jangan berhenti membersihkan sela gigi hanya karena gusi berdarah, tetapi jangan pula menganggap perdarahan yang menetap sebagai hal yang normal.
Benang Gigi Setelah Makan, Perlukah?
Kalau setelah makan ada makanan yang terselip di sela gigi, kamu boleh membersihkannya menggunakan benang gigi. Namun, tidak berarti kamu harus selalu flossing setiap kali selesai makan.
Yang lebih penting adalah melakukan pembersihan sela gigi secara menyeluruh setidaknya sekali sehari dan menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari.
Misalnya, setelah makan siang kamu merasa ada makanan terselip di antara gigi, kamu dapat menggunakan benang gigi dengan lembut. Untuk rutinitas harian, flossing dapat dilakukan kembali pada waktu yang paling mudah kamu pertahankan secara konsisten.
Apakah Benang Gigi Bisa Menggantikan Scaling?
Jawaban singkatnya: tidak.
Benang gigi membantu membersihkan plak lunak dan sisa makanan di antara gigi. Jika plak dibiarkan, sebagian dapat mengeras menjadi karang gigi. Karang gigi tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi atau flossing di rumah. Setelah terbentuk, karang gigi memerlukan pembersihan profesional seperti scaling ke dokter gigi.
Oleh karena itu, rutinitas yang ideal bukan memilih antara flossing atau scaling, melainkan memahami fungsi masing-masing:
- Sikat gigi: membersihkan permukaan gigi yang dapat dijangkau sikat.
- Benang gigi/interdental cleaner: membersihkan sela gigi.
- Scaling: membantu menghilangkan karang gigi yang sudah terbentuk melalui perawatan profesional.
Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter Gigi?
Confi People sebaiknya berkonsultasi jika:
- Gusi sering atau terus-menerus berdarah.
- Gusi merah, bengkak, atau terasa nyeri.
- Bau mulut menetap meskipun sudah menjaga kebersihan mulut.
- Gigi terasa goyang.
- Sela gigi sulit dibersihkan karena bentuk atau posisi gigi tertentu.
- Kamu menggunakan behel, dental bridge, atau restorasi lain dan kesulitan membersihkannya.
- Flossing selalu terasa sangat sakit meskipun sudah menggunakan teknik yang lembut.
Dokter gigi dapat membantu mengevaluasi kondisi gusi sekaligus menentukan alat pembersih sela gigi yang paling sesuai untuk kondisi mulutmu.
Untuk pembaca di Kabupaten Malang, kamu dapat memeriksakan gigimu ke ConfiDental, pilih lokasi terdekat denganmu dan konfirmasi jadwal kedatanganmu sebelum datang ya.
Kesimpulan
Benang gigi membantu membersihkan plak dan sisa makanan di sela gigi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi. Penggunaannya sebaiknya dilakukan setiap hari dengan teknik yang lembut agar efektif tanpa melukai gusi.
Cara menggunakan benang gigi yang benar adalah memasukkannya perlahan, mengikuti kontur setiap gigi, lalu membersihkan kedua sisi gigi tanpa menekan benang ke gusi secara berlebihan.
Jika gusi berdarah ketika mulai flossing, perhatikan kembali teknik dan kebersihan mulut. Namun, perdarahan yang menetap, terutama jika disertai gusi bengkak atau nyeri, sebaiknya diperiksa oleh dokter gigi.
Ingat, flossing bukan pengganti sikat gigi dan bukan cara menghilangkan karang gigi. Jadikan pembersihan sela gigi sebagai bagian dari rutinitas, bukan hanya ketika ada makanan yang terselip, ya.
Baca Juga:
Referensi
- Azcarate-Velázquez, F., Garrido-Serrano, R., Castillo-Dalí, G., Serrera-Figallo, M. A., Gañán-Calvo, A., & Torres-Lagares, D. (2017). Effectiveness of flossing loops in the control of the gingival health. Journal of clinical and experimental dentistry, 9(6), e756–e761. https://doi.org/10.4317/jced.53858
- Londero, A. B., Reiniger, A. P. P., Tavares, R. C. R., Muniz, F. W. M. G., Rösing, C. K., & Haas, A. N. (2022). Efficacy of dental floss in the management of gingival health: A randomized controlled clinical trial. Clinical Oral Investigations, 26(8), 5273–5280. https://doi.org/10.1007/s00784-022-04495-w
- Reiniger, A. P. P., Tavares, R. C. R., Ortigara, G. B., Muniz, F. W. M. G., Rösing, C. K., & Haas, A. N. (2024). Effectiveness of dental floss in the management of gingival health: A 6-month follow-up of a randomized controlled clinical trial. Clinical Oral Investigations, 28(5), Article 319. https://doi.org/10.1007/s00784-024-05693-4