WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Sisa akar gigi, atau dikenal secara medis sebagai gangren radix, adalah kondisi ketika mahkota gigi sudah hancur akibat karies atau trauma, tetapi akar gigi tertinggal di dalam gusi atau tulang rahang
Ilustrasi Sisa akar Gigi

 

Apa Itu Sisa Akar Gigi (Gangren Radix)?

Sisa akar gigi, atau dikenal secara medis sebagai gangren radix, adalah kondisi ketika mahkota gigi sudah hancur akibat karies atau trauma, tetapi akar gigi tertinggal di dalam gusi atau tulang rahang.

Banyak orang mengira kondisi ini aman karena tidak terasa sakit. Padahal, rasa tidak sakit justru menandakan saraf gigi sudah mati (nekrosis pulpa). Meski sarafnya mati, bakteri tetap aktif di dalam saluran akar dan tulang rahang, sehingga infeksi bisa terus berkembang tanpa disadari.

Inilah alasan mengapa sisa akar gigi sering disebut sebagai silent problem atau masalah tersembunyi di rongga mulut.

 

Mengapa Sisa Akar Gigi Tidak Boleh Dibiarkan?

Meski tampak “tidak bermasalah”, bahaya sisa akar gigi bisa berkembang perlahan dan berdampak luas. Berikut 5 risiko utama jika akar gigi tertinggal tidak segera ditangani.

1. Bau Mulut Kronis yang Sulit Hilang (Halitosis)

Sisa akar gigi menjadi tempat ideal bagi bakteri karena:

Akibatnya, bau mulut bisa menetap meskipun sudah rutin menyikat gigi atau menggunakan obat kumur. Kondisi ini sering menjadi tanda awal adanya infeksi akar gigi.

2. Infeksi Akar Gigi yang Berulang

Akar gigi tertinggal dapat memicu infeksi akar gigi yang kambuh sewaktu-waktu, terutama saat daya tahan tubuh menurun. Gejalanya meliputi:

3. Iritasi Kronis pada Jaringan Mulut

Sisa akar gigi yang tajam atau posisinya tidak ideal bisa mengiritasi jaringan sekitar secara terus-menerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan:

Meski awalnya tidak terasa sakit, iritasi kronis ini tetap berisiko dan tidak boleh diabaikan.

4. Pembentukan Kista Radikuler dan Granuloma

Infeksi kronis pada gangren radix dapat memicu terbentuknya granuloma atau kista radikuler di ujung akar. Kista ini:

Jika dibiarkan, kerusakan tulang dapat meluas dan membuat perawatan menjadi lebih kompleks.

5. Risiko Penyebaran Infeksi ke Organ Lain

Dalam kondisi tertentu, bakteri dari sisa akar gigi bisa masuk ke aliran darah. Kondisi ini dikenal sebagai fokal infeksi dan berpotensi memicu:

Tak jarang, sumbernya berasal dari gigi busuk tidak sakit yang dianggap sudah tidak bermasalah.

 

Prosedur Cabut Sisa Akar Gigi di ConfiDental

Penanganan gangren radix selalu diawali dengan pemeriksaan menyeluruh dan foto rontgen untuk memastikan kondisi akar gigi tertinggal. Berdasarkan hasil pemeriksaan, prosedur yang dilakukan bisa berupa:

Dilakukan jika sisa akar masih terlihat dan mudah dijangkau.

Dilakukan bila akar tertutup gusi atau tertanam sebagian di tulang rahang. Prosedur ini menggunakan teknik bedah ringan yang terkontrol. 

Seluruh tindakan dilakukan dengan bius lokal, sehingga proses cabut sisa akar gigi tetap nyaman dan minim rasa sakit.

 

Berapa Biaya Cabut Akar Gigi?

Biaya cabut akar gigi dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung:

Secara umum, biaya cabut akar gigi berkisar dari 200.000 hingga 600.000 dengan dokter gigi umum, dan 500.000 hingga 1.000.000 dengan dokter gigi spesialis bedah mulut. Untuk estimasi yang lebih akurat, Confi People disarankan melakukan konsultasi dan pemeriksaan langsung.

 

📍 ConfiDental melayani konsultasi dan perawatan di:
MalangKepanjenMadiunProbolinggoBlitarPasuruanGondanglegi

 

Kesimpulan

Sisa akar gigi atau gangren radix bukan kondisi sepele, meskipun sering tidak menimbulkan nyeri. Justru karena saraf sudah mati, infeksi dapat berkembang diam-diam dan memicu berbagai komplikasi serius mulai dari bau mulut kronis, infeksi akar gigi berulang, hingga risiko penyebaran bakteri ke organ lain.

Membiarkan akar gigi tertinggal sama artinya dengan menyimpan sumber infeksi di dalam mulut. Pemeriksaan rutin dan tindakan cabut sisa akar gigi oleh dokter gigi adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mulut dan tubuh secara menyeluruh.

Jika Confi People merasa memiliki gigi busuk tidak sakit atau mencurigai masih ada sisa akar gigi, sebaiknya segera konsultasi untuk mendapatkan penanganan yang aman dan tepat.

 

Baca juga layanan dan artikel yang sesuai dengan kondisi Confi People:

atau, konsultasikan dengan dokter gigi profesional terdekat ConfiDental untuk lebih detail

 

Referensi

  1. Abdulwahab, M. A., Alqahtani, M. S., Alshammari, A. A., Jiffri, S. E., Alasim, A. M., Alsharidah, F. M., Alqunfuthi, N. I., Alnamnakani, B. A., Alshahrani, R. S., Alshahrani, N. A., Aljohani, R. N., & Almintakh, M. A. (2022). Etiologies, risk factors and outcomes of dental pulp necrosis. International Journal of Community Medicine and Public Health, 9(1), 348–352. https://doi.org/10.18203/2394-6040.ijcmph20214793
  2. Firgina, W., & Setyawan, E. (2024). Extraction management of gangrene radix with radicular cyst: A case report. Improve Quality in Dentistry (Imunity), 1(1), 36–41. https://prosiding.umy.ac.id/imunity/index.php/im/article/view/5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *