
Apa Itu Sisa Akar Gigi (Gangren Radix)?
Sisa akar gigi, atau dikenal secara medis sebagai gangren radix, adalah kondisi ketika mahkota gigi sudah hancur akibat karies atau trauma, tetapi akar gigi tertinggal di dalam gusi atau tulang rahang.
Banyak orang mengira kondisi ini aman karena tidak terasa sakit. Padahal, rasa tidak sakit justru menandakan saraf gigi sudah mati (nekrosis pulpa). Meski sarafnya mati, bakteri tetap aktif di dalam saluran akar dan tulang rahang, sehingga infeksi bisa terus berkembang tanpa disadari.
Inilah alasan mengapa sisa akar gigi sering disebut sebagai silent problem atau masalah tersembunyi di rongga mulut.
Mengapa Sisa Akar Gigi Tidak Boleh Dibiarkan?
Meski tampak “tidak bermasalah”, bahaya sisa akar gigi bisa berkembang perlahan dan berdampak luas. Berikut 5 risiko utama jika akar gigi tertinggal tidak segera ditangani.
1. Bau Mulut Kronis yang Sulit Hilang (Halitosis)
Sisa akar gigi menjadi tempat ideal bagi bakteri karena:
- Sulit dibersihkan dengan sikat gigi
- Mudah menumpuk sisa makanan
- Menghasilkan gas berbau tidak sedap
Akibatnya, bau mulut bisa menetap meskipun sudah rutin menyikat gigi atau menggunakan obat kumur. Kondisi ini sering menjadi tanda awal adanya infeksi akar gigi.
2. Infeksi Akar Gigi yang Berulang
Akar gigi tertinggal dapat memicu infeksi akar gigi yang kambuh sewaktu-waktu, terutama saat daya tahan tubuh menurun. Gejalanya meliputi:
- Gusi bengkak dan kemerahan
- Nyeri saat ditekan
- Keluar nanah
- Demam atau rasa tidak enak badan
3. Iritasi Kronis pada Jaringan Mulut
Sisa akar gigi yang tajam atau posisinya tidak ideal bisa mengiritasi jaringan sekitar secara terus-menerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan:
- Luka atau sariawan yang sulit sembuh
- Penebalan jaringan mukosa (leukoplakia)
Meski awalnya tidak terasa sakit, iritasi kronis ini tetap berisiko dan tidak boleh diabaikan.
4. Pembentukan Kista Radikuler dan Granuloma
Infeksi kronis pada gangren radix dapat memicu terbentuknya granuloma atau kista radikuler di ujung akar. Kista ini:
- Berkembang perlahan tanpa gejala
- Merusak tulang rahang di sekitarnya
- Sering baru terdeteksi melalui foto rontgen
Jika dibiarkan, kerusakan tulang dapat meluas dan membuat perawatan menjadi lebih kompleks.
5. Risiko Penyebaran Infeksi ke Organ Lain
Dalam kondisi tertentu, bakteri dari sisa akar gigi bisa masuk ke aliran darah. Kondisi ini dikenal sebagai fokal infeksi dan berpotensi memicu:
- Peradangan jantung (endokarditis)
- Gangguan ginjal
- Nyeri dan peradangan sendi
Tak jarang, sumbernya berasal dari gigi busuk tidak sakit yang dianggap sudah tidak bermasalah.
Prosedur Cabut Sisa Akar Gigi di ConfiDental
Penanganan gangren radix selalu diawali dengan pemeriksaan menyeluruh dan foto rontgen untuk memastikan kondisi akar gigi tertinggal. Berdasarkan hasil pemeriksaan, prosedur yang dilakukan bisa berupa:
Pencabutan Biasa
Dilakukan jika sisa akar masih terlihat dan mudah dijangkau.
Odontektomi Minor
Dilakukan bila akar tertutup gusi atau tertanam sebagian di tulang rahang. Prosedur ini menggunakan teknik bedah ringan yang terkontrol.
Seluruh tindakan dilakukan dengan bius lokal, sehingga proses cabut sisa akar gigi tetap nyaman dan minim rasa sakit.
Berapa Biaya Cabut Akar Gigi?
Biaya cabut akar gigi dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung:
- Posisi dan kedalaman akar gigi tertinggal
- Tingkat kesulitan pencabutan
- Perlu atau tidaknya tindakan bedah minor
Secara umum, biaya cabut akar gigi berkisar dari 200.000 hingga 600.000 dengan dokter gigi umum, dan 500.000 hingga 1.000.000 dengan dokter gigi spesialis bedah mulut. Untuk estimasi yang lebih akurat, Confi People disarankan melakukan konsultasi dan pemeriksaan langsung.
📍 ConfiDental melayani konsultasi dan perawatan di:
Malang • Kepanjen • Madiun • Probolinggo • Blitar • Pasuruan • Gondanglegi
Kesimpulan
Sisa akar gigi atau gangren radix bukan kondisi sepele, meskipun sering tidak menimbulkan nyeri. Justru karena saraf sudah mati, infeksi dapat berkembang diam-diam dan memicu berbagai komplikasi serius mulai dari bau mulut kronis, infeksi akar gigi berulang, hingga risiko penyebaran bakteri ke organ lain.
Membiarkan akar gigi tertinggal sama artinya dengan menyimpan sumber infeksi di dalam mulut. Pemeriksaan rutin dan tindakan cabut sisa akar gigi oleh dokter gigi adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mulut dan tubuh secara menyeluruh.
Jika Confi People merasa memiliki gigi busuk tidak sakit atau mencurigai masih ada sisa akar gigi, sebaiknya segera konsultasi untuk mendapatkan penanganan yang aman dan tepat.
Baca juga layanan dan artikel yang sesuai dengan kondisi Confi People:
- Prostodontik
- Implan Gigi
- Impaksi Gigi
- Odontektomi: Prosedur Cabut Gigi Bungsu yang Aman dan Nyaman
- Cabut Gigi saat Hamil: Amankah? Tips Perawatan Gigi untuk Ibu Hamil
- Tanam Gigi: Harga Implan Gigi Permanen & Risikonya
atau, konsultasikan dengan dokter gigi profesional terdekat ConfiDental untuk lebih detail
Referensi
- Abdulwahab, M. A., Alqahtani, M. S., Alshammari, A. A., Jiffri, S. E., Alasim, A. M., Alsharidah, F. M., Alqunfuthi, N. I., Alnamnakani, B. A., Alshahrani, R. S., Alshahrani, N. A., Aljohani, R. N., & Almintakh, M. A. (2022). Etiologies, risk factors and outcomes of dental pulp necrosis. International Journal of Community Medicine and Public Health, 9(1), 348–352. https://doi.org/10.18203/2394-6040.ijcmph20214793
- Firgina, W., & Setyawan, E. (2024). Extraction management of gangrene radix with radicular cyst: A case report. Improve Quality in Dentistry (Imunity), 1(1), 36–41. https://prosiding.umy.ac.id/imunity/index.php/im/article/view/5