WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Pipi bengkak dan ada benjolan nanah di gusi? Itu bisa jadi abses gigi. Kenali bahaya memecahkannya sendiri dan penanganan medis yang tepat
Ilustrasi Abses Gigi

 

Waspada Abses Gigi: Jangan Anggap Sepele Benjolan Bernanah

Banyak orang mengira benjolan bernanah di gusi hanyalah “bisul biasa”. Padahal, abses gigi adalah infeksi bakteri akut yang membentuk kantung nanah di sekitar akar gigi atau jaringan gusi.

Nanah terbentuk karena tubuh sedang melawan infeksi. Namun karena infeksi terperangkap dalam jaringan tertutup, tekanan di dalamnya terus meningkat. Inilah yang menyebabkan nyeri hebat, berdenyut, dan terkadang membuat pipi tampak bengkak.

Beberapa penyebab paling umum abses gigi antara lain:

Kondisi ini tidak boleh dianggap ringan karena infeksi dapat menyebar ke jaringan wajah, leher, bahkan menyebabkan komplikasi serius bila tidak segera ditangani.

 

Gejala Khas Abses Gigi yang Perlu Diwaspadai

Agar tidak terlambat ditangani, kenali tanda-tanda berikut:

Nyeri terasa tajam dan berdenyut, sering kali menjalar ke telinga, rahang, atau leher.

Pembengkakan biasanya tampak tidak simetris dan terasa nyeri saat disentuh.

Jika infeksi mulai menyebar, tubuh dapat merespons dengan demam dan rasa tidak enak badan.

Jika abses pecah sendiri, nanah dapat keluar ke rongga mulut dan menimbulkan rasa pahit serta bau tidak sedap.

 

Mengapa Tidak Boleh Menusuk Abses Sendiri?

Saat benjolan terasa makin besar, sebagian orang tergoda untuk menusuk atau memecahkannya sendiri. Padahal, tindakan ini sangat berisiko.

Bakteri dapat masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke jaringan yang lebih dalam. Pada kasus berat, infeksi bahkan bisa mengganggu pernapasan.

Jarum atau benda tajam di rumah tidak steril. Alih-alih menyembuhkan, tindakan ini justru memperparah infeksi.

Mengeluarkan nanah saja tidak cukup. Jika akar gigi yang terinfeksi tidak dibersihkan, abses gigi akan muncul kembali.

 

Penanganan Medis Abses oleh Dokter Gigi

Untuk mengatasi abses secara tuntas, dokter gigi akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menentukan tindakan yang sesuai. Sebelum prosedur, diberikan bius lokal agar pasien tetap nyaman.

Langkah penanganan biasanya meliputi:

Dokter membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah secara steril dan mengurangi tekanan di dalam jaringan.

Jika sumber infeksi berasal dari dalam gigi, dilakukan pembersihan dan sterilisasi saluran akar untuk menghilangkan bakteri penyebab abses.

Antibiotik dan pereda nyeri diberikan sesuai indikasi medis, terutama jika terdapat tanda penyebaran infeksi. 

Pada kondisi tertentu, pencabutan gigi mungkin diperlukan bila struktur gigi sudah tidak dapat dipertahankan.

 

Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?

Segera lakukan pemeriksaan jika mengalami:

Semakin cepat abses gigi ditangani, semakin kecil risiko komplikasi serius.

 

Kesimpulan

Abses gigi adalah infeksi serius yang membentuk kantung nanah di sekitar akar atau gusi dan tidak boleh dianggap sebagai masalah ringan. Menusuk atau memecahkannya sendiri justru berisiko memperparah infeksi dan menyebabkan penyebaran bakteri ke jaringan yang lebih dalam. Penanganan yang tepat harus dilakukan oleh dokter gigi melalui prosedur steril untuk mengatasi sumber infeksi secara menyeluruh. Jika muncul pembengkakan, nyeri hebat, atau demam, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi agar kondisi tidak berkembang menjadi komplikasi berbahaya.

 

Baca juga layanan dan artikel yang sesuai dengan kondisi Confi People:

atau, konsultasikan dengan dokter gigi profesional terdekat ConfiDental untuk lebih detail

 

Referensi

  1. Australian Journal of General Practice. (2020). Dental abscess: Death and morbidity. RACGP. https://www1.racgp.org.au/ajgp/2020/september/dental-abscess-death-and-morbidity 
  2. Mady, M., ALMuhanna, K. H., Hamdi, B. A., ALJazi, A. A., AlSayoufi, M. A., Qurban, S. A., … ALhamedi, R. A. (2023). Dental abscess literature review on diagnosis and management of dental abscess. Archives of Pharmacy Practice, 13(1), 108–110. https://doi.org/10.51847/5VqXBIyWQ
  3. Sanders, J. L., & Houck, R. C. (2023). Dental abscess. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493149/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *