
Kenapa Lidah Berwarna Putih? Jangan Abaikan Tanda Ini
Lidah sehat umumnya berwarna merah muda dengan permukaan bersih dan lembap. Jika muncul lapisan putih di lidah, itu menandakan adanya penumpukan yang tidak normal di permukaan papila (bintil kecil di lidah).
Lapisan ini biasanya terbentuk dari kombinasi:
- Bakteri
- Sel kulit mati
- Sisa makanan
- Jamur (pada kondisi tertentu)
Dalam banyak kasus, lidah putih bukan kondisi berbahaya. Namun, jika disertai rasa pahit, bau mulut, mulut kering, atau tidak membaik meskipun sudah dibersihkan, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan kesehatan mulut yang perlu dievaluasi.
5 Penyebab Lidah Putih yang Paling Umum
1. Dehidrasi dan Mulut Kering
Air liur berfungsi sebagai “pembersih alami” rongga mulut. Saat produksi air liur menurun, bakteri lebih mudah berkembang dan menempel di permukaan lidah.
Kondisi ini sering terjadi saat:
- Kurang minum air
- Puasa
- Konsumsi kopi berlebihan
- Bernapas lewat mulut saat tidur
Mulut yang kering hampir selalu diikuti dengan lapisan lidah yang tampak lebih tebal.
2. Kebersihan Lidah Kurang Optimal
Banyak orang rutin menyikat gigi, tetapi melewatkan membersihkan lidah. Padahal, tekstur lidah yang berlekuk membuat sisa makanan dan bakteri mudah terjebak.
Tanpa dibersihkan secara rutin, lidah dapat tampak:
- Putih keabu-abuan
- Terasa pahit
- Disertai bau mulut
Ini adalah penyebab paling umum lidah putih dalam kehidupan sehari-hari.
3. Infeksi Jamur (Oral Thrush)
Jika lapisan putih tampak tebal, menggumpal seperti sisa susu, dan terasa perih, kemungkinan disebabkan infeksi jamur Candida.
Ciri khasnya:
- Bercak putih sulit dibersihkan
- Permukaan di bawahnya kemerahan atau mudah berdarah
- Terkadang terasa perih saat makan
Kondisi ini lebih sering terjadi pada pengguna antibiotik jangka panjang, penderita diabetes, atau individu dengan daya tahan tubuh rendah.
4. Iritasi Akibat Rokok atau Makanan
Merokok, konsumsi alkohol, serta makanan yang sangat pedas atau panas dapat menyebabkan iritasi kronis pada lidah. Papila dapat menebal dan lebih mudah menahan debris, sehingga lidah tampak lebih putih.
5. Penumpukan Bakteri Penyebab Bau Mulut
Sebagian besar sumber bau mulut berasal dari bagian belakang lidah. Lapisan putih menjadi tempat berkembangnya bakteri anaerob yang menghasilkan senyawa sulfur penyebab bau tidak sedap. Semakin tebal lapisan pada lidah, semakin besar risiko bau mulut muncul. Tidak heran jika lidah putih dan napas tidak segar sering terjadi bersamaan.
Apakah Lidah Putih Selalu Berbahaya?
Tidak selalu ya, Confi People.
Jika lapisan tipis dan mudah dibersihkan, biasanya hanya masalah kebersihan atau dehidrasi. Namun, lidah putih perlu diperiksa jika:
- Bertahan lebih dari 1–2 minggu
- Disertai nyeri atau rasa terbakar
- Sulit dibersihkan
- Disertai demam atau pembengkakan
Segera periksakan diri ke dokter gigi untuk membantu memastikan apakah penyebabnya ringan atau memerlukan terapi khusus pada kondisi lidah yang kamu alami.
Cara Membersihkan Lidah yang Benar dan Aman
Membersihkan lidah sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas harian, sama pentingnya dengan menyikat gigi. Lalu, bagaimana cara membersihkan lidah yang benar? Simak caranya dibawah ini:
- Gunakan Tongue Scraper
- Alat khusus pembersih lidah lebih efektif mengangkat lapisan dibanding hanya menggunakan sikat gigi.
- Bersihkan dari Belakang ke Depan
- Letakkan alat di bagian belakang lidah, lalu tarik perlahan ke depan. Lakukan dengan tekanan ringan agar tidak melukai permukaan lidah.
- Jangan Terlalu Keras
- Menggosok terlalu kuat justru bisa menyebabkan iritasi dan memperparah kondisi.
- Perbanyak Minum Air
- Hidrasi cukup membantu menjaga produksi air liur tetap optimal.
- Menggunakan Obat Kumur (Sesuai anjuran dokter gigi)
- Menggunakan obat kumur sesuai anjuran dokter gigi dapat membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab bau mulut tanpa membuat mulut terasa kering.
Jika setelah dibersihkan secara rutin dan lidah tetap putih atau terasa pahit, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk mengetahui penyebab pastinya.
Kesimpulan
Lidah putih umumnya terjadi akibat penumpukan bakteri, sel mati, dan sisa makanan di permukaan lidah. Kondisi ini sering dipicu oleh dehidrasi, kebersihan lidah yang kurang, iritasi, atau infeksi jamur. Meski sebagian besar kasus tidak berbahaya, lapisan yang menetap dan disertai rasa pahit atau bau mulut tidak boleh diabaikan. Membersihkan lidah dengan teknik yang benar, menjaga hidrasi, dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan rongga mulut secara menyeluruh.
Referensi
- AlBeshri, S. (2025). Perspectives on tongue coating: Etiology, clinical management, and associated diseases—A narrative review. The Saudi Dental Journal, 37(7–9), 41. https://doi.org/10.1007/s44445-025-00048-5
- Seerangaiyan, K., Jüch, F., & Winkel, E. G. (2018). Tongue coating: Its characteristics and role in intra-oral halitosis and general health—A review. Journal of Breath Research, 12(3), 034001. https://doi.org/10.1088/1752-7163/aaa3a1