WE ARE OPEN EVERY DAY  09:00 – 21:00

Lidah putih bisa disebabkan infeksi jamur, dehidrasi, atau kurang kebersihan. Ketahui penyebab lidah putih dan cara membersihkannya agar napas kembali segar.
Ilustrasi Lidah Putih

 

Kenapa Lidah Berwarna Putih? Jangan Abaikan Tanda Ini

Lidah sehat umumnya berwarna merah muda dengan permukaan bersih dan lembap. Jika muncul lapisan putih di lidah, itu menandakan adanya penumpukan yang tidak normal di permukaan papila (bintil kecil di lidah).

Lapisan ini biasanya terbentuk dari kombinasi:

Dalam banyak kasus, lidah putih bukan kondisi berbahaya. Namun, jika disertai rasa pahit, bau mulut, mulut kering, atau tidak membaik meskipun sudah dibersihkan, kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan kesehatan mulut yang perlu dievaluasi.

 

5 Penyebab Lidah Putih yang Paling Umum

1. Dehidrasi dan Mulut Kering

Air liur berfungsi sebagai “pembersih alami” rongga mulut. Saat produksi air liur menurun, bakteri lebih mudah berkembang dan menempel di permukaan lidah.

Kondisi ini sering terjadi saat:

Mulut yang kering hampir selalu diikuti dengan lapisan lidah yang tampak lebih tebal.

2. Kebersihan Lidah Kurang Optimal

Banyak orang rutin menyikat gigi, tetapi melewatkan membersihkan lidah. Padahal, tekstur lidah yang berlekuk membuat sisa makanan dan bakteri mudah terjebak.

Tanpa dibersihkan secara rutin, lidah dapat tampak:

Ini adalah penyebab paling umum lidah putih dalam kehidupan sehari-hari.

3. Infeksi Jamur (Oral Thrush)

Jika lapisan putih tampak tebal, menggumpal seperti sisa susu, dan terasa perih, kemungkinan disebabkan infeksi jamur Candida.

Ciri khasnya:

Kondisi ini lebih sering terjadi pada pengguna antibiotik jangka panjang, penderita diabetes, atau individu dengan daya tahan tubuh rendah.

4. Iritasi Akibat Rokok atau Makanan

Merokok, konsumsi alkohol, serta makanan yang sangat pedas atau panas dapat menyebabkan iritasi kronis pada lidah. Papila dapat menebal dan lebih mudah menahan debris, sehingga lidah tampak lebih putih.

5. Penumpukan Bakteri Penyebab Bau Mulut

Sebagian besar sumber bau mulut berasal dari bagian belakang lidah. Lapisan putih menjadi tempat berkembangnya bakteri anaerob yang menghasilkan senyawa sulfur penyebab bau tidak sedap. Semakin tebal lapisan pada lidah, semakin besar risiko bau mulut muncul. Tidak heran jika lidah putih dan napas tidak segar sering terjadi bersamaan.

 

Apakah Lidah Putih Selalu Berbahaya?

Tidak selalu ya, Confi People.

Jika lapisan tipis dan mudah dibersihkan, biasanya hanya masalah kebersihan atau dehidrasi. Namun, lidah putih perlu diperiksa jika:

  1. Bertahan lebih dari 1–2 minggu
  2. Disertai nyeri atau rasa terbakar
  3. Sulit dibersihkan
  4. Disertai demam atau pembengkakan

Segera periksakan diri ke dokter gigi untuk membantu memastikan apakah penyebabnya ringan atau memerlukan terapi khusus pada kondisi lidah yang kamu alami.

 

Cara Membersihkan Lidah yang Benar dan Aman

Membersihkan lidah sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas harian, sama pentingnya dengan menyikat gigi. Lalu, bagaimana cara membersihkan lidah yang benar? Simak caranya dibawah ini:

Jika setelah dibersihkan secara rutin dan lidah tetap putih atau terasa pahit, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk mengetahui penyebab pastinya.

 

Kesimpulan

Lidah putih umumnya terjadi akibat penumpukan bakteri, sel mati, dan sisa makanan di permukaan lidah. Kondisi ini sering dipicu oleh dehidrasi, kebersihan lidah yang kurang, iritasi, atau infeksi jamur. Meski sebagian besar kasus tidak berbahaya, lapisan yang menetap dan disertai rasa pahit atau bau mulut tidak boleh diabaikan. Membersihkan lidah dengan teknik yang benar, menjaga hidrasi, dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan rongga mulut secara menyeluruh.

 

Referensi

  1. AlBeshri, S. (2025). Perspectives on tongue coating: Etiology, clinical management, and associated diseases—A narrative review. The Saudi Dental Journal, 37(7–9), 41. https://doi.org/10.1007/s44445-025-00048-5
  2. Seerangaiyan, K., Jüch, F., & Winkel, E. G. (2018). Tongue coating: Its characteristics and role in intra-oral halitosis and general health—A review. Journal of Breath Research, 12(3), 034001. https://doi.org/10.1088/1752-7163/aaa3a1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *